cahaya

sinar itu perlahan menyelinap celah-celah dinding
menembus ruang menerangi jiwa
laiknya percikan kilauan cahaya digelapnya malam
memesonakan semesta raya kehidupan

gelap hilang terbitlah terang
tampakkan wajah yang dulu sempat hilang
harap dan cemas kini memudar
perlahan berganti senyum yang lebar

gelap dan terang adalah cahaya itu sendiri
membawa pesan yang mesti dimaknai
bersyukur adalah jawaban pasti
karena cahaya itu sejati
***

semesta kimia, 130710
Pesantren Khusus (RSHS)

***
Thaks To Allah

“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya laksana lampion (misykat) yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur juga tidak di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. An-Nur [24]: 35).

2 Responses to “cahaya”

  1. “gelap hilang terbitlah terang
    tampakkan wajah yang dulu sempat hilang….🙂 apa kau sempat mencari wajah itu sejak dulu???

  2. sejak dulu kucari-cari……. kini tampakkan wajahnya…! dia itu adalah “CAHAYA” sesungguhnya..!

    terimakasih =cahaya semestaku=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: