sehat itu mahal

3 malam berlalu sudah, hampir setiap kali mata ini menohok tepat dihadapan orang-orang yang menjalani proses perawatan kesembuhan, dari anak-anak sampai kakek-kakek lengkap sudah. Rasa-rasanya dunia ini dipenuhi orang-orang sakit. Sejak mata terbuka hingga mata tertutup, tepatnya setelah shubuh hingga tidur kira-kira jam 24.00. semua makhluk bernama “setengah manusia” yang berada di pesantren khusus mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang intensif.

Khusus bagi cleaning service dan perawat (suster) kuacungkan 5 jempol kalo ada, dari hal-hal yang kecil, kotoran-kotoran yang sangat privasi sekalipun mereka rela melakukannya dengan sebaik-baiknya. Karena itu pekerjaanya, sekilas terlintas dipikiranku. akhirnya sadar, tidak semua perbuatan baik itu dikarenakan alasan yang menimpa pekerjaan, tetapi perlakuan, pelayanan yang baik itu pun dikarenakan adanya keihklasan mengorbankan pikiran, tenaga, atau yang lainnya ditambah dengan prosedur yang mendukung terjadinya keikhlasan perbuatan tadi. Ini patut di tiru, karena ini pesantren khusus, untuk “setengah manusia”…..

Lha.. kok pesantren khusus, untuk “setengah manusia”. Coba bayangkan, tempat penyadaran tertinggi (ooo… tp ini bukan hasil survei, sekedar sebuah pandangan), bahkan orang yang tidak percaya tuhan sekalipun, ketika disudutkan dengan kesulitan yang sangat kompleks, terlebih sakit yang spesial alias akut. Mereka akan menyebut dan meminta kekuatan yang luar biasa di luar dirinya, yang tidak mereka ketahui datangnya dari mana. Yang bagi orang beriman menyebutnya dari kekuatan dan kekuasaan mutlak TUHAN. dimana lagi hal itu akan ingat, kalau bukan di pesantren khusus alias rumah sakit… heee! dan para pelakunya, itulah setengah manusia, sebab manusia itu seharusnya selalu sadar. Kesadaran adalah titik awal melangkah menuju kesempurnaan, dan kesempurnaan ini dicapai dalam keadaan sehat. manusia itu diciptakan dalam keadaan yang sempurna kata Tuhan. itulah manusia sesungguhnya. Jadi orang-orang yang sadar akan ketidakberdayaan dirinya di pesantren khusus ini, itu baru setengah manusia.. wah jangan-jangan saya (nggak kali), anda, mereka mungkin, para anggota dewan, pejabat, juga sedang mengalami pesantren khusus di dunianya masing-masing.

KENTUT,,, ya.. ya.. kentut, sangat-sangat familiar. Mudah, murah, tidak berharga, malah ngerusak keadaan orang lain. suatu hal yang tidak pernah di tunggu-tunggu. kalau pun terpaksa, sembunyi-sembunyi dan jika ketahuan orang,, maka seluruh raut mukanya memerah… Lain halnya di pesantren khusus ini, tepat bersebalan dalam satu kamar di tempat pondok (rawat inap) saudarku, paviliun anggrek kamar ascocenda 1. Kentut adalah hal yang di nanti-nanti, karena jika tidak kentut maka dia tidak diperbolehkan memakan makanan apapun….! di sela-sela keresahannya mengharapkan kentut, penunggu yg gelisah berusaha menenangkan diri dan berdoa sekuat tenaga! giliran kentut sedikit keras tiba, rasa gembira datang serasa mau terbang bebas lepas.. horeee teriakan kecilnya….! itu pertanda baik… suara keras kentutnya menjadi penutup kegelisahan. suara kentut itu ditunggu-tunggu setelah operasi dilakukan yang menghabiskan biaya.. berrpuluh-puluh juta… waw pantastis!

SEHAT ITU MEMANG MAHAL… kentut saja menjadi hal istimewa dalam hidup! peliharalah selagi kita masih sehat… sakit memang tidak hina, tapi rugi…..! sehat setahun pupus sudah oleh sakit sehari… bahkan pepatah yang ringan sering tercetus “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” atau dalam pendapat lain “di dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat”. dua-duanya benar dalam konteknya masing-masing. hal ini menjadi penegasan bagi kita bahwa kesehatan adalah salah satu penunjang bagi kita untuk selalu lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan ini. Bahkan kesehatan itu berada dalam kedudukan yang sangat tinggi setelah keyakinan.

Nabi Muhammad SAW bersabda :“Mohonlah kepada Allah pengampunan, kesehatan dan keyakinan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah tidak memberikan kepada seseorang setelah keyakinan (Iman) yang lebih baik daripada kesehatan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Bakar, sahih sanadnya dari Ibnu Abbas)

semesta kimia, 1.00 090710
pesantren khusus (RSHS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: