=Metodologi Sains Islam-Barat=

2. Metodolologi Sains-Barat

Metode pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles yang menolak idelalisme plato tentang dunia ide dan dunia inderawi. Aristoteles menganggap bahwa penelitian adalah proses induksi-deduksi. Pada abad pertengahan, metode induksi-deduksi Aristotelian diadopsi oleh Grosette dan Roger Bacon, sedangkan John Duns Scotes dan William of Ocham mengadopsi induksi Aristotelian menjadi metoda persetujuan dan metoda pembedaan.

Pada abad ke-17, penelitian ilmiah pola induksi-deduksi Aristoteles dengan empat sebabnya; sebab materi, sebab efisien, sebab formal dan sebab final mendapat serangan dari Galileo, Francis Bacon dan Rene Descartes dengan mengemukakan penjelasan mekanistik[1] sebagai gantinya. Penjelasan mekanistik hanya mengakui sebab materi dan sebab efisien dan membuang sebab forma dan sebab final Arsitoteles yang terlalu spekulatif dan metafisik, terutama konsepnya tentang sebab final sebagai penjelasan teleologis semesta. Reaksi Galileo dan Bacon lebih menekankan pada proses induktif, sedangkan Descartes penekanannya pada proses deduktif. Keraguan radikal Descartes menghasilkan tiga ide yang tidak diragukan kebenarannya: ide tentang wujud yang sempurna (perfect being), ide tentang diri yang berkesadaran (res cogitans), dan ide tentang materi yang berkeluasan (res extensa).

Metoda induksi adalah penarikan kesimpulan yang bertitik tolak dari data-data kongkret menuju pada kesimpulan umum. Metoda induksi meliputi: perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengambilan sampel, verifikasi, tesis.  Metoda induksi mengandung asumsi bahwa semua aksioma, hukum harus berangkat dari data-data inderawi yang berarti harus melalui proses verifikasi. Sedangkan, metode deduksi adalah cara penarikan kesimpulan dari pernyataan umum ke pernyataan khusus. Metoda deduksi mengandung asumsi bahwa kita memiliki kapasitas untuk mengetahui aksioma-aksioma secara niscaya dan apriori (tanpa melewati pengalaman) sedang penemuan hukum-hukum alam merupakan derivasi dari aksioma-aksioma yang niscaya tadi. Kebenaran yang diperoleh adalah kebenaran koherensi eksternal. Kebenaran dimana tidak terdapat kontradiksi logis antar posisi.

Metoda induksi-deduksi merupakan cara kerja ilmu pengetahuan yang menjamin tercapainya pengetahuan yang objektif, ilmiah dan sistematis. Namun, kelemahan metoda induksi-deduksi, akan melahirkan suatu aliran dalam filsafat ilmu pengetahuan yang disebut dengan rasionalisme kritis (Doni Gahral A, 2002).

Secara historis, hampir 10 abad Eropa diselimuti kabut teologis yang mematikan pemikiran bebas, kemudian muncul gerakan kultural yang disebut “renaisans”, sehingga membangkitkan kembali khazanah intelektual Yunani Kuno dengan mengedepankan rasionalitas dan kebebasan berpikir. Pasca renaisans, datanglah masa modern yang dikenal sebagai massa penegasan subjektivitas manusia (antroposentrisme masa modern), sebuah kelanjutan dari semangat zaman renaisans.

Modernisme tak lepas dari pengaruh filsafat yang telah kembali menemukan jati dirinya sebagai disiplin yang mengutamakan kebebasan berpikir, kritis dan radikal. Filsafat pengetahuan yang berkembang di Eropa Daratan adalah rasionalisme, sedangkan yang berkembang pesat di Inggris adalah empirisme. Tokoh Rasionalisme Abad ke-17 antara lain; Rene Descartes, Leibniz, Christian Wolff, dan Spinoza, sedangkan tokoh Empirisme antara lain; John Locke [1632-1704][2], David Hume [1771-1776], dan Bishop Berkeley. (Doni GA, 2002)

Sementara itu    puncak metode deduksi-induksi yang dikembangkan oleh Copernicus, Kepler, Galileo, Bacon, dan Descartes difomulasikan secara matematis yang lengkap oleh Isaac Newton dari kalangan sains dengan mazhab kosmologi dan fisika klasik Newtonian.

Oleh karena itu pada bagian berikut, pemaparan potret metodologis sains-barat akan difokuskan pada Rene Descartes dan Isaac Newton yang mewakili dua pemikiran besar filsafat dan sains modern. Yang kelak menjadi sebuah pandangan (word view) dunia modern yang dikenal dengan paradigma cartesian-newtonian.

Adapun Penggunaan nama Cartesian-Newtonian didasarkan pada tiga pertimbangan pokok. Pertama, bahwa Descartes dan Newton merupakan dua tokoh sarjana yang paling besar pengaruhnya terhadap pembentukan sains dan peradaban modern. Peristiwa-peristiwa monumental seperti Revolusi Ilmiah [Scientific Revolution], Revolusi Industri, dan Abad Pencerahan tidak terlepas dari pengaruh pemikiran kedua tokoh modern ini. Kedua, kedua tokoh ini dapat mewakili filsafat dan sains modern. Jika Descartes dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern, maka Newton dijuluki sebagai tokoh pembangun sains modern dengan mazhab kosmologi dan fisika klasik Newtonian yang berpengaruh besar terhadap dunia modern hingga sekarang. Ketiga, keinginan memfokuskan pembahasan kepada pemikiran ontologis dan epistemologis Descartes serta kosmologi Newton yang banyak memiliki titik singgung dan kesamaan prinsip-prinsip.

Kekuatan revolusioner kedua tokoh tersebut telah bertahta bahkan telah meng-hegemoni peradaban modern hampir 300 tahun hingga akhir abad ke-19 dengan pijakan yang kokoh secara ontologi, kosmologi, epsitemologi serta metodologi.

Hegemoni paradigma Cartesian-Newtonian terhadap pandangan-dunia manusia terkait erat dengan kenyataan sejarah bahwa peradaban modern memang dibangun atas dasar ontologi, kosmologi, epistemologi dan metodologi yang dicanangkan oleh dua tokoh penggerak modernisme, yaitu Rene Descartes dan Isaac Newton. (Husain Heriyanto, 2003:26)

a. Rene Descartes

………………………

b. Isaac Newton

………………………


[1] Penjelasan mekanistik merupakan kelanjutan dari pandangan Pythagoras yang melihat adanya “keteraturan matematis” di semesta ini.

[2] Dalam analisisnya Louay Safi (2001) Jhon Locke tidak tergolong ke dalam tradisi empiris dan tidak pula rasionalis dalam kesarjanaan Barat. Namun dia memberi kontribusi pada perkembangan keduanya, dengan meruntuhkan otoritas metafisika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: