Penelitian Otak untuk Pengajaran

PENELITIAN OTAK YANG MENJANJIKAN

Riset otak telah menjadi batu loncatan untuk berpikir lebih maju dalam praktek pengajaran. Kita belajar untuk menerjemahkan data neuroimaging (gambar saraf) ke dalam strategi kelas yang dirancang untuk merangsang bagian otak yang diaktifkan secara metabolik selama tahap-tahap pemrosesan informasi, memori, dan ingatan (recall). 25 tahun pengalaman saya dalam bidang neurology anak dan dewasa, serta latar belakang pendidikan saya, membantu saya membuat hubungan antara penelitian otak dan praktek-praktek pengajaran yang efektif.

Bagaimanapun, kita harus tetap berhati-hati dalam memercayai semua klaim yang dibuat atas penafsiran fungsional pencitraan otak, khususnya mereka yang berasal dari kelompok-kelompok berkepentingan khusus. Dalam praktek medis, saya sering mengamati bias interpretasi penelitian medis yang dibuat oleh wakil-wakil dari perusahaan farmasi. Demikian pula, kelompok-kelompok berkepentingan secara pribadi dalam bidang pendidikan, seperti bagian kurikulum penjualan, memunculkan scan otak yang berwarna-warni sebagai bukti bahwa strategi mereka, program, atau terapi pendidikan adalah yang terbaik, meskipun analisis kritis scan ini tidak mendukung klaim inflasi mereka. Meskipun tinjauan  riset otak yang berkualitas tinggi dapat menyediakan data biologis keras, pendidik harus mampu untuk memilah klaim palsu dari informasi yang valid.

Otak Kecerdasan (Gray Matter)

Mengevaluasi kembali beberapa interpretasi penelitian awal PET scan telah memberi alasan kepada kita untuk berhati-hati mengenai penelitian yang cukup valid dalam berhubungan dengan pembelajaran yang sebenarnya.

Selama di tempat kediaman utama saya yakni di UCLA pada tahun 1979, salah satu senior saya, John Mazziotta, sekarang ketua Departemen UCLA Neurology, sedang bekerja dengan pemindai (scanner) PET baru dan melakukan penelitian dengan Michael Phelps dan Harry Chugani untuk mengevaluasi metabolisme otak pada pasien yang mengalami kejang dan gangguan lain yang mempengaruhi kegiatan saraf. Pada tahun 1987, grup ini menerbitkan penelitian pertama, mengevaluasi perkembangan otak pada anak-anak. Dalam sebuah studi dari 29 anak-anak epilepsi berusia antara 5 hari sampai 15 tahun, para peneliti menentukan bahwa tingkat tertinggi metabolisme glukosa terjadi pada usia 3 atau 4, ketika angka rata-ratanya dua kali lebih tinggi daripada  orang dewasa. Metabolisme tinggi ini relatif tetap tidak berubah sampai usia 9 atau 10, ketika metabolism itu mulai menurun ke kisaran dewasa. Usia 16 atau 17, metabolisme telah merata (Chugani, Phelps, & Mazziotta, 1987).

Para peneliti tidak bermaksud menggunakan temuan mereka sebagai bukti bahwa usia metabolisme otak tinggi (high brain) ini, waktu yang sangat tepat untuk terlibat mengajar, dan masalah-masalah muncul ketika orang-orang beranggapan bahwa informasi ini sebenarnya mengandung makna lebih dari itu. Misalnya, ternyata ada korelasi antara usia ketika kerapatan sinaptik (synaptic density) terbesar (Huttenlocher & Dabholkar, 1997) dan usia ketika metabolisme glukosa terbesar. Namun, temuan ini tidak membuktikan bahwa alasan metabolisme yang lebih besar adalah untuk mempertahankan kerapatan sinapsis yang lebih besar, atau kerapatan sinaptik yang baik atau aktivitas metabolik otak adalah penyebab langsung dari setiap potensi belajar yang lebih besar selama bertahun-tahun (Chugani, 1996).

Sesungguhnya, Mazziotta dan rekan-rekannya tidak pernah menyatakan bahwa periode aktivitas metabolik tinggi adalah periode yang optimal untuk berlangsungnya pembelajaran. Itu mungkin terjadi, tetapi membutuhkan penelitian kognitif lebih lanjut sebelum kita dapat membuat klaim-klaim ilmiah menghubungkan kerapatan sinaptik otak, aktivitas metabolik, dan potensi untuk pembelajaran yang optimal.

Apa yang dapat kita kenali adalah bahwa bukti ilmiah dari penelitian genetik dan studi neuroimaging telah menunjukkan ketidakmampuan belajar neurobiologi dasar. Memahami perbedaan cara otak memproses informasi, sangat membantu memahami bahwa siswa dengan ketidakmampuan belajarya, tidak mampu belajar atau melakukan tugas Sebaliknya, pemrosesan otak mereka di daerah dan jaringan otak tertentu, sering kali kurang efisien-lambat atau kurang tepat. Sesungguhnya, sangat mungkin bagi bagian otak berkembang lebih lambat untuk mengejar pertumbuhan normal, dalam mengubah kekuatan belajar siswa secara dramatis. Oleh karena itu, label cacat belajar (learning disabled) tidak boleh dianggap permanen, melainkan panduan bagi keadaan siswa dari kesiapan otak pada suatu waktu. Menjaga perbedaan ini dalam pikiran, kita dapat membantu para siswa dengan membuat strategi tempat, akomodasi, intervensi bahwa studi pencitraan kognitif dan fungsional menunjukkan pemenuhan kebutuhan spesifik mereka (Fiedorowicz, 1999).

Pada tahap awal ini, kita harus mengandalkan interpretasi terbaik dari penelitian neuroimaging untuk membimbing praktek mengajar kita. Dengan menggunakan penelitian yang dilakukan menurut kriteria ilmiah yang objektif dan diinterpretasikan oleh para peneliti tanpa adanya kepentingan pribadi atas hasil penelitian, kita dapat meningkatkan kemampuan untuk menyelaraskan tujuan-tujuan instruksional dengan pola-pola fungsi otak siswa kami. Hal itu, akan bersifat prematur dan berlawanan dengan pelatihan sebagai dokter medis untuk mengklaim bahwa setiap strategi yang saya sarankan dalam buku ini belum tegas disahkan oleh hubungan lengkap dari studi kognitif, neuroimaging, dan penelitian kelas. Untuk saat ini, kombinasi dari seni mengajar ilmu neuroimaging akan menjadi panduan terbaik bagi para pendidik dalam menemukan cara paling cepat berdasar ilmu saraf (neurologis) untuk memaksimalkan pembelajaran.

Penelitian Otak Berbasis Strategi di Dalam Kelas

be continue …………………………………………………!

=semesta brain=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: