reposisi politik pendidikan

Awal dari suatu perjuangan adalah bagaimana kita peduli atas realitas apa yang terjadi dengan kepemimpinan ini. Akan tetapi, kami melihat selama ini “mereka” terdiam, terpana, terombang-ambing, mengikuti arus tanpa peduli (apatis) dan tidak tau mau apa,  akan dibawa kemana mereka  ini?. Realitas seperti ini ternyata tidak hanya bualan serta khayaan sebuah “wacana Intelektual” akan tetapi sebuah tawaran berharga bagi kita untuk bangkit dan membunuh hegemoni akademisi. Yang lebih menyedihkan lagi, kami melihat bahwa  virus-virus seperti ini telah menyerang pendidikan yang merupakan sektor paling vital dan urgen dalam mencetak regenerasi intelektual yang tercerahkan. Citra pendidik atau guru seolah-olah telah menghilang dan tiada artinya lagi, cita dan harapan sebagai idealisme “maha-siswa” luluh lantah tegilas oleh kebijakan yang tidak signifikan dan tidak memberikan ruang gerak yang ber-nilai penddidikan (Value of education).

Hal ini wajar saja ketika kita melihat bahkan merasakan sendiri, pendidikan apa sebenarnya yang telah kita dapatkan selama “pendidikan sekolah” ini. Terlepas apakah di SD,SLTP, SMU bahkan sampai Perguruan tinggi sekalipun? Yang terjadi adalah sekumpulan intelektual ‘tergadaikan’ dengan membawa secarik kertas “berharga”, “ijasah”  yang seolah-olah menjadi suatu kebanggaaan dan dijadikan sebagai legalisasi formal sebuah institusi. Realitas inilah yang terjadi. Sadarkah kita……………!

Membiarkan semua itu terjadi adalah suatu kesalahan besar, menerima adalah pembodohan yang berantai. Mau tidak mau kita harus mampu merubah tawaran tersebut karena ada hal yang lebih prinsipil dan monumental sekali  untuk kita renungi bersama bahwa pendidikan selama ini tidak mampu mencetak daya kritis anak didik tetapi hanya merupakan transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) sebagai hegemoni pendidikan yang tak berani beinteraksi secara dialogis serta menutup kemungkinan demokratisasi intelekual bahkan telah memotong “kelamin kejantanan”. Ini membuktikan bahwa “sekolah” ternyata tidak memberikan peluang bahkan jaminan yang berarti bagi anak didiknya. Tanpa menapikan itu semua ada pertanyaan kecil dari kami sebagai refresentasi atas apa yang kami lihat dan dirasakan selama ini sebagai anak didik yang tergadai.

“Telah butakah, telah tulikah para intelektual sang pembuat kebijakan pendidikan melihat dan mendengar jeritan nurani masyarakat”? Ataukah system, manajemen yang dibangun mereka adalah sebuah ambivalensi dalam membangkitkan citra komunitas mereguk kehausan yang terus mengalir ? pebuatan siapakah ini ?   pertayaan ini adalah awal kegelisahan yang takkan putus yang akan  dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang terus mewarnai kepedihan ini….!

Padahal Kalau kita memahami makna akan pendidikan yang merupakan sinkronisasi antara pertautan dua hal yang berbeda bahkan lebih, yang perlu adanya dialektika sebagai wahana membumikan wacana keilmuwan yang berwawasan sehingga mampu mengais nilai-nilai intelektual (Muatan Positif) dari berbagai Elemen (unsur) sehingga mampu berintegrasi (Ber-Senyawa) satu sama lain yang menapikan arogansi individualistik. Inilah sebenarnya yang mampu membangun pola pikir serta ketajaman kreativitas sebagai langkah awal memunculkan sebuah kesadaran (Konsientisasi). Dimana pendidikan terletak dimuka, pengajaran dibelakang. Pendidikan membentuk karakter, pengajaran memberikan pengetahuan yang dapat dipergunakan dengan baik oleh anak anak-anak yang mempunyai karakter, meminjam bahasanya “Hatta”.

Sementara itu kepemimpinan adalah salahsatu  karaker yang harus dimilki oleh seorang pendidik. Kepemimpinan yang masif akan menghasilkan politisi yang tangguh dan berwibawa.   Sehingga perjuangan pendidikanpun akan mampu mengimbangi keputusan-keputusan Politik. Inilah yang diharapakan yakni adanya bargaining antara pendidkan dengan politik yang memberikan keadilan seadil-adilnya. Sehingga terciptalah “reposisi politik pendidikan” yang menumbuhkan kesadaran kritis secara menyeluruh (Holistik) diberbagai lapisan.

Feb, 2003
=semesta kimia=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: