sipit – sempit

cerita lama terurai
tak dalam kata sekadar rasa
menangkap isyarat makna
tak pernah beda tetap saja
sempurna

dulu
suara itu menderu
bak peluru menembus kalbu
membunuh hati, pun tak mati-mati
karena masih ada nurani
kokohkan hati
sekuat baja yang mengkristal di dada
hamburkan permata
sesaat sipitkan mata
pun sempitkan hati
bak pancaran sinar mentari
panaskan raga
merasuk hingga ke palung jiwa
aw…

kini
suara itu
bangunkanku dari lelapnya mimpi
hantarkanku pada akhir penantian panjang
sungguh tak ingin pagi ini berlalu

akhirnya
ku lepas pasrah
rona wajahmu dalam bayang
getar suaramu dalam damai
gemakan seisi alam
karena kelak,
harum jiwamu
megah roda hatimu
gelindingkanku melaju bersama waktu
melesat secepat kilat
bawaku menuju yang satu
abadikanku dialam rahasiamu
denganmu bersatu tanpa ragu

021010
=semesta kimia=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: