CINTA, SUMBER AIR MATA KEHIDUPAN SEMESTA

“cinta mecakup semua kilasan pikiran pertama yang begitu kuat, tidak mudah dikemas dengan kata, namun merupakan mata air dari semua pengetahuan dan tindakan manusia” =Ahmad Thoha Faz=

Keberadaan seluruh makhluk dalam semesta ini, bukanlah suatu hal yang asing, aneh atau penting lagi karena memang sudah seperti itu adanya. Mempertanyakannya seolah buang-buang waktu saja, yang terpenting adalah menjalani sebaik mungkin, begitu lugas, singkat, dan sederhana, begitulah kira-kira. Padahal, kalau di cermati secara bijaksana, ada satu catatan penting yang seringkali terlupakan bahwa manusia, hewan, tumbuhan, seluruh benda-benda di alam raya ini adalah blue print dari cinta kasih Tuhan terhadap makhluknya melebihi murkaNya yang begitu menakutkan, karena  “…… sesungguhnya cintaKu melebih murkaKu”, (HR. Bukhori Muslim).

Terlebih manusia, ketika manusia dipilih oleh Tuhan menjadi khalifah di muka bumi mengalahkan syaitan dan malaikat untuk mengelola, mengatur, mengisi alam semesta penanda bahwa manusia menjadi agen khusus untuk menebarkan seluruh cinta kasih kepada semesta raya, ini berarti bahwa manusia menjadi makhluk istimewa bahkan super istimewa dibandingkan mekhluk lain. Lalu keistimewaan seperti apa yang mampu kita gunakan dan kita tunjukan atas kepercayaan Tuhan yang sangat mahal harganya tersebut. Mahal,, ya mahal,, Ibarat seorang direktur perusahan bonafid yang memilih seseorang menjadi wakilnya, tentunya dengan pertimbangan bahwa wakil tersebut memiliki kapasitas kemampuan lebih dengan berbagai keunikannya yang tidak dimiliki oleh orang lain, begitu bernilai dan berharganya manusia atas keistimewaan yang dimilikinya.

Bijakkah bila kita bertanya, kalau Tuhan saja percaya kepada manusia, maka dapatkah manusia percaya kepada sesama manusia itu sendiri, sehingga perlakuan manusia terhadap seluruh isi semesta (manusia, hewan, tumbuhan atau bahkan benda-benda lainnya baik Nampak atau tidak Nampak) ini akan selalu diiringi hembusan CINTA yang mampu menggerakan seluruh gerak pikiran dan hatinya.  Tak salah bila ada pepatah bahwa Suara hati itulah suara Tuhan, dan sesungguhnya kalam Tuhan itu mewujud dalam Alquran. Maka bahasa alquran dan makna yang terkandung di dalam Alquran itulah surat CINTA dari Tuhan yang secara tidak langsung menjadi pesan bagi manusia yang berakal. Akal, sebagai penyempurna kehidupannya menjadi bekal tuk secara jernih mehamami keindahan dan keagungan suara Tuhan (Alquran) dalam keberagamaanya. Karena Agama adalah akal, maka seseorang yang tidak menggunakan akalnya, sesungguhnya dia tidak beragama (Addinu ‘aqlu, la dina liman la aqla lahu) begitulah ungkap imam Ali Kw, sementara bagi Al Ghazali, “Agama adalah akal dari luar dan Akal adalah agama dari dalam. Keduanya saling membantu dan menyatu” (Al-Syar’u aqlun min kharij, wal ‘aqlu syar’un min dakhil, wahuma muta’adidan bal muttahidan). Maka akal manusia di harapkan mampu menyambut dan menebarkan surat cinta dari Tuhan dengan segala keindahan dan kelembutan bahasa yang terkandung di dalamnya:

Allah yang maha pengasih, yang telah mengajarkan Alquran, dia telah menciptakan manusia dan mengajarinya berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut keseimbangan, serta tumbuhan dan hewan keduanya tunduk kepadaNya. Langit telah ditinggikannya dan dia ciptakan keseimbangan itu agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Tegakkanlah keseimbangan itu dengan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. Bumi telah dibentangkan Allah untuk mahklukNya. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Juga ada biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (QS Ar-Rahman: 1-13).

Lihatlah Bahasa cinta Tuhan begitu indah, mengalun dengan merdu nan syahdu menyatu dalam rindu,  setiap hurufnya tebarkan cinta takjubkan rasa, setiap kata ungkapkan makna tanamkan bahagia dan setiap kalimatnya tenunkan rasa kerinduan untuk berjumpa. Bahasa cinta itulah yang menggerakan seluruh kehidupan sesungguhnya. Bagi manusia sudah siapkah untuk selalu belajar menggunakan CINTA dengan bahasa akal dan hati yang indah nan lembut tuk dijadikan sumber air mata kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: