Menjadi Super Genius

“Pengetahuan itu diperoleh dengan belajar,
kepercayaan dengan keraguan, keterampilan
dengan keterampilan dan cinta dengan cinta,”
– Thomas Szasz –

…saya akan memberitahu mereka tentang betapa
dinamisnya otak mereka, serta kenyataan bahwa otak
dapat berubah pada usia berapapun, sejak lahir hingga
akhir kehidupan. Otak dapat berubah secara positif jika
dihadapkan pada lingkungan yang diberikan rangsangan. Sebaliknya,
otak dapat menjadi negatif jika tidak diberi rangsangan.
– Marian C. Diamnod –

 

Otak Einstein disumbangkan untuk dunia pendidikan oleh keluarganya. Sekarang otaknya bisa anda lihat berada di dalam stoples di Universitas Stanford. Seorang pakar bernama Profesor Marian Diamond mendapatkan kehormatan untuk melakukan otopsi terhadap otak Eisntein. Yang ditemukan sungguh menakjubkan. Otak Einstein sama seperti otak manusia lainnya, sama dengan saya dan anda. Yang membedakannya adalah jumlah koneksi otak Einstein sangat banyak dibandingkan dengan otak manusia pada umumnya.  Jadi rahasianya, Jumlah kecerdasan adalah jumlah koneksi antar sel otak anda.

Penjelasan professor Diamond tersebut menumbangkan mitos-mitos yang selama berabad-abad dipercayai ilmuwan dan orang awam sekaligus yang menyatakan bahwa otak kita tidak bisa kita ubah (Jalaluddin R, 2007:15-51).

Mitos pertama, mengajari kita bahwa otak sepenuhnya ditentukan secara genentis, karena keturunan. Mitos pertama ini keumumannya dipertahankan oleh anak-anak yang gagal belajar: “Aku gagal karena memang otakku warisan dari orang tuaku. Mereka juga kaya begitu!” atau seringkali kita mendengar ketika si ucok sebagai bintang pelajar dan mendapat ranking pertama atau bahkan juara umum disekolahnya, komentar pertama dari ayahnya ialah “siapa dahulu bapaknya?” Dengan begitu seolah yang banyak menyumbangkan kecerdasan pada si ucok bukanlah kerja keras dan kerajinannya, tetapi kecerdasan bapaknya. Hingga tahun 1960-an, anggapan umum di antara para ilmuwan ialah otak tidak dapat diubah oleh lingkungan. Otak sepenuhnya ditentukan secara genetis. Inilah mitos pertama, sebuah kekeliruan pemahaman yang menyelimuti pikiran manusia yang perlu untuk di luruskan.

Lalu, sesungguhnya berapa besar pengaruh hereditas (keturunan) pada kecerdasan? Secara singkat, para peneliti umumnya menilai perbandingan kedua pengaruh itu secara “fifty-fifty”. Setengah disebabkan oleh keturunan dan setengahnya lagi oleh lingkungan. Jika IQ anda 20 poin di atas rata-rata, kira-kira 120. Maka, 10 poin berasal dari orang tua anda dan 10 poin lagi dari lingkungan. Tetapi, yang paling penting ialah bahwa kecerdasan Anda yang dibawa sebagai warisan hanya anda miliki sebagai potensi. Katakanlah anda punya ayah yang jenius dalam matematika. Anda punya potensi untuk sangat cerdas dalam matematika. Tetapi jika anda terdampar di Pulau Robinson Crusoe, dan tidak berhadapan dengan lingkungan yang merangsang kemampuan matematika anda, anda tidak akan memiliki kecerdasan matematika lebih tinggi dari anak-anak yang orang tuanya hanya memiliki kecerdasan matematika rata-rata saja. Menurut Christine Hohmann, ilmuwan saraf dari The Kennedy kringer Institue di Baltimore, “gen adalah batu bata yang merupakan bahan bangunan otak. Lingkungan adalah arsiteknya. Pada dasarnya, otak bekerja berdasarkan prinsip “use it or lose it”. Jika Anda tidak menggunakan otak anda, anda akan kehilangan dia.

Setiap orang memilik kecerdasan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, oleh karena itu, rahasianya adalah temukan kecerdasan alami dan kecerdasan unik sebagai potensi dasar anda, kemudian kembangkan potensi tersebut dengan selalu membiasakan belajar atau memberikan informasi positif yang sesuai dengan potensi yang dimiliki sehingga koneksi bundel-bendul sel-sel saraf (neuron) pada otak anda menjadi aktif. Karena kecerdasan manusia terletak pada hubungan-hubungan di antara neuron-neuron itu, maka tumbuhnya koneksi – koneksi itu juga menunjukan pertumbuhan kecerdasan. Dan luar biasanya, apabila salah satu kecerdasan anda sudah terbuka maka kecerdasan-kecerdasan lainnya akan mengikuti.

Mitos kedua mengatakan bahwa otak kita mengerut dalam perjalanan waktu, karena ketuaan. Mitos ini umumnya dipertahankan oleh orangtua” “Anakku, kalau aku gagal belajar, ketinggalan sama kamu, itu karena faktor usia. Makin tua, makin lemah daya ingatku.

Kekurangan neuron tidak berarti berkurangnya fungsi intelektual otak. Masih ingat uraian di atas? Yang menentukan kecerdasan bukanlah jumlah sel-sel otak, tetapi koneksi dan arus informasi di antara mereka. Yang paling penting ketika usia bertambah bukanlah ukuran otak atau berapa banyak sisa neuron  yang masih hidup, tetapi bagaimana jaringan “kabel” otak dan bagaimana memelihara atau meremajakan ‘pengkabelan’ (wiring) otak anda, ungkap Jean Carper dalam Your Miracle Brain.

Otak orang yang lebih tua memberikan reaksi lebih lambat, menyimpan dan mengolah informasi lebih lama. Tetapi kecermatan daya ingat dan kefasihan berbicara tidak berkurang karena usia. Kalau diberi waktu yang cukup otak tua yang sehat dapat mengingat lebih baik daripada otak muda yang sehat. Disamping itu sebagai kompensasi dari kelambatan kerja otak, otak tua dianugerahi keuntungan lebih daripada otak muda. Para peneliti menyebutnya kecerdasasan terkristal (“crystallized intelligence”) – inilah kumpulan pengetahuan terspesialisasi selama bertahun-tahun yang berasal dari pengalaman hidup dan memerlukan bank memory yang besar, kemampuan verbal dan penilaian yang lebih canggih. Otak atau kemampuan intelektual orang tua menjadi menurun karena 2 sebab:

Pertama, turunnya kemampuan mental pada orang tua disebabkan oleh penyakit seperti diabetes, arteri karoted yang menebal, tekanan darah sistolik yang tinggi, dan stadium awal Alzheimer – bukan oleh usia.

Kedua, Kemampuan intelektual kita berkurang, penyebabnya bukan pertambahan usia, tetapi karena bertumpuknya dampak kerusakan akibat radikal bebas.[1] Kita akan dapat mempertahankan kejernihan pikiran kita, sekaligus awet muda, jika kita rajin makan- makanan yang mempunyai kadar antioksidan[2] yang besar atau paling mudah biasakan makan vitamin-vitamin antioksidan. Menurut Dr. Packer menyebutkan lima antioksidan superstar. Mereka adalah vitamin E, vitamin C, glutathione, Koenzim Q10 dan asam lipoik.

Jika anda mengetahui bagaimana caranya meningkatkan koneksi yang terjalin antara sel otak, kecerdasan akan meningkat dengan pesat. Kunci kemajuan dalam bidang apapun adalah belajar. Kalau anda percaya diri dalam belajar, maju dalam bidang apapun menjadi lebih mudah. Dengan belajar anda akan terus bertumbuh, kemudian di ikuti dengan tindakan. Untuk mengubah pengetahuan menjadi sebuah tindakan sehingga memberikan keuntungan dibutuhkan mental positif, salah satunya adalah keberanian. Karena jika anda bermental negatif, ketika anda mengetahui sesuatu lalu anda takut melakukan tindakan maka dipastikan akan rugi bahkan tidak menghasilkan apapun.

Jadi rahasianya, yang menjadikan anda super genius adalah  memaksimalkan koneksi dan arus informasi sel-sel otak yang sudah anda miliki dengan terus membiasakan belajar secara fokus sehingga sampai pada tujuan yang anda kehendaki. Koneksi sel-sel neuron di otak kita sebagai potensi utama yang dimiliki sungguh luar biasa ini, janganlah disia-siakan begitu saja, tidak hanya sekedar menjadikan kita cerdas tetapi bagaimana kecerdasan itu menjadikan kita sukses menjalani hidup. Sebuah riset dari ribuan orang sukes menghasilkan statistik yang menyatakan bahwa hanya ada 3% orang sukses di seluruh dunia. Penelitian lebih lanjut menemukan suatu kemiripian yaitu bahwa mereka yang sukses karena memiliki tujuan hidup yang jelas, mengetahui prioritas, dan mengetahui jelas bagaimana mengejarnya langkah demi langkah.

be continue…………..

semesta kimia; untuk saudara kecilku, belajarlah


[1] Radikal bebas adalah penjahat yang selalu menyerang sel-sel tubuh, merusak DNA genetis, menyobekkan membrannya, mengauskan sel, dan pada akhirnya mempercepat ketuaan.

[2] Sedangkan Antioksidan itu layaknya pasukan khusus polisi, mereka mencari, menyelisik radikal bebas sampai ke sudut-sudut  “bumi” dan menghancurkannya. Pada hakikatnya, mereka mendorong radikal bebas untuk menghancurkan dirinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: