Menjadi Genius dengan Musik

Musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah,
mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
– Aristoteles –

 

Musik memiliki daya tarik alami, dan daya magis;
sebuah kekuatan yang masih bisa di alami hingga kini.
Ummat manusia telah kehilangan banyak sekali ilmu sihir zaman purba.
Namun, kalaupun masih ada ilmu sihir saat ini, itulah musik.
– Hazrat Inayat Khan –

 

Banyak sekali yang tidak menyadari dan hanya berkata bahwa musik yang enak untuk di dengar hanyalah sebuah selera, padahal menurut beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa musik dapat memengaruhi kita secara emosi, fisik, mental, dan spiritual. Bagaimana hal itu terjadi, penting untuk kita ketahui seberapa besar musik mampu menstimulasi kekuatan otak sebagai potensi emas luar biasa yang di miliki manusia secara umum sehingga mampu meningkatkan kecerdasannya secara maksimal. Karena, mau tidak mau otak kita tepatnya RAS yang berfungsi untuk menyaring berbagai impuls informasi yang masuk dari seluruh indra anda, menerima lebih dari 100 juta impuls informasi dari seluruh indra anda dalam tiap satu detik. Begitu luar biasa dan sulit untuk dibayangkan. Bayangkan saja, jika setiap hari ada 100 juta email yang masuk di komputer anda, apa yang anda lakukan. Pastinya anda akan kerepotan untuk memilih informasi positif dan menyaring informasi negatif, bahkan mungkin membutuhkan operator untuk memilihnya, karena anda tak mungkin melakukannya sendiri. Jika di hapus anda akan kehilangan informasi dari email anada, atau jika anda biarkan saja, maka yang terjadi, informasi akan semakin menumpuk dan memenuhi area tanpa anda tahu isi informasi dari email anda tersebut, bisa jadi anda stress. Di otak hal itu terjadi setiap detik. Sungguh luar biasa!! Kalau kita tidak cermat menerima dan menggunakan informasi itu secara positif, maka kita rugi dengan informasi yang dimiliki kita sendiri. Begitu banyak informasi yang diberikan oleh indra kita, salah satunya indra pendengaran. Musik, misalnya berpengaruh dalam melejitkan kecerdasan otak sehingga menjadi satu media pembelajaran yang positif. Disini kita coba menangkap pesan informasi yang diajarkan musik untuk meningkatkan kecepatan kerja cerdas otak kita..

Secara umum dikatakan bahwa musik, melukis dan seni adalah milik otak kanan. Sementara otak kiri mengontrol bahasa, perhitungan matematika dan berpikir logis dan semua yang membutuhkan keteraturan. Sesungguhnya yang terjadi lebih kompleks dari itu, ada kerjasama yang sinergi antara ketiga otak yang dimiliki manusia. Ketika mendengar musik, seringkali anda merasa nyaman, sambil goyang-goyang badan bahkan seluruh tubuh serasa menikmatinya dengan sepenuh hati, emosi pun menjadi terkendali, pada saat itulah otak tengah anda berfungsi yang menyebabkan jalur ke otak berpikir (Hemisphere) terbuka yaitu otak kiri dan otak kanan. Sehingga informasi diproses dengan mudah. Lirik lagu masuk ke otak kiri, irama nada lagu masuk ke otak kanan. Tiba-tiba anda mengingat lagu tersebut dengan cepat.

Dr. Lawrence Parsons dari Universitas Texas San Antonio menemukan data bahwa harmoni, melodi dan ritme memiliki perbedaan pola aktivitas pada otak. Melodi menghasilkan gelombang otak yang sama pada otak kiri maupun kanan, sedangkan harmoni dan ritme lebih terfokus pada belahan otak kiri saja. Namun secara keseluruhan, musik melibatkan hampir seluruh bagian otak. Dr. Gottfried Schlaug dari Boston mengemukakan bahwa otak seorang laki-laki musisi memiliki Cerebellum (otak kecil) 5% lebih besar dibandingkan yang bukan musisi.

Rasa nyaman yang ditimbulkan musik mampu menstimulasi ingatan otak dalam jangka waktu yang sangat panjang. Anda misalnya, lebih mudah mengulang sebuah lagu daripada mengulang puisi 10 baris yang indah. Hal ini menunjukkan adanya memori dalam otak yang mampu merekam apa saja yang masuk melalui pendengarannya bersama musik, tanpa mampu dicerna oleh akal sehat. Ini berarti dalam belajar musik, ada lebih dari satu cara belajar yang digunakan. Ada kerjasama antara tiga otak anda.

Sullivan (1991) mengemukakan bahwa musik mempengaruhi imaginasi, intelegensi dan memori, di samping juga mempengaruhi hipofisis di otak untuk melepaskan endorfin. Endorfin kita ketahui dapat mengurangi rasa nyeri, sehingga dapat mengurangi penggunaan obat analgetik, juga menurunkan kadar katekolamin dalam darah, sehingga denyut jantung menurun. Salah satunya jenis musik yang mampu menstimulasi otak dengan baik adalah adalah jenis musik klasik. Banyak sekali hasil penelitian yang menunjukan bahwa bahwa musik klasik dapat meningkatkan sekaligus memperkaya perkembangan otak anak di bawah usia tiga tahun. Mendengarkan musik pada si kecil dapat meningkatkan kemampuannya kreatifitas dan sains. Hal tersebut dicapai melalui ritme, melodi, dan harmonisasi. Bahkan, David Noebel, meneliti bahwa nada bass dengan getaran frekuensi rendah bersama-sama dengan dentuman drum, mempengaruhi cairan serebrospinal, yang akan mempengaruhi kelenjar Pituitary di otak. Kelenjar ini memiliki fungsi sekresi berbagai hormon tubuh. Gordon Shaw, seorang dokter terkenal dalam hasil penelitiaannya menyimpulkan bahwa musik klasik dapat memperkaya kemampuan spatial otak, atau kemampuan memahami konstruksi obyek dua dan tiga dimensi. Kemampuan ini sangat penting bagi penguasaan ilmu matematika dan sains. Mornhinweg (1992) meneliti 58 subyek sehat untuk menilai jenis musik mana yang menurunkan stress. Musik klasik ternyata memberikan efek relaksasi yang dapat dibuktikan secara statistik dibandingkan dengan musik “new age”. Musik yang menenangkan ini juga dipakai dalam pengobatan penderita infark miokard (serangan jantung), pasien sebelum operasi, bahkan untuk menurunkan stress pasien yang menunggu di ruang tunggu praktek. Dan yang tidak kalah menariknya secara umum adalah musik mampu menistimulasi otak menjadi lebih kreatif, karena kebiasaan kreatif itulah yang menjadikan otak menjadi lebih genius.

Lalu, apa hubungannya dengan proses belajar? Kata kuncinya, pengaruh musik terhadap otak adalah rasa nyaman, rilek, dan senang ketika mendegar musik yang mampu mengaktifkan seluruh kerja otak secara simultan. Pesan penting dari musik untuk proses pembelajaran adalah bagaimana saya, anda selalu merasa nyaman ketika belajar. Sehingga, Proses belajar harus dilakukan layaknya bermain yang selalu menggembirakan, rileks, santai, senang bahkan penuh antusias.

 

semesta kimia;
untuk saudara kecilku, belajarlah layaknya bermain sehingga anda senang melakukannya.

2 Responses to “Menjadi Genius dengan Musik”

  1. Nice article, thanks a lot. Glad to read this🙂 Salam musik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: