Menjadi Genius dengan Gerakan

 

Men sano in corpore sano,
pikiran yang sehat berada pada tubuh yang sehat

 

Otak manusia seperti mesin
yang bisa melakukan perawatannya sendiri,
ia bisa menyembuhkan dirinya dari segala kerusakan internal,
sambil bergerak ke tingkat kinerja yang lebih tinggi.
= Prof. Robert Oates and Gerarld Wanson PhD =

 

Bagi anda seorang pelajar, apabila sudah mulai siang, pasti pernah merasakan badan terasa lesu, lelah bahkan sampai ngantuk berat, sudah tak terlihat tanda-tanda kehidupan, serasa mau mati karena kehabisan energy. Jangankan mengerjakan soal, teriakan seorang guru saja pun sudah tak terdengar apa-apa, konsentrasi hilang begitu sempurna sehingga tidak ada semangat sama sekali, belajar pun menjadi kurang efektif. Anehnya, ketika bel berbunyi, jam pelajaran berakhir, ANDA yang lesu, lelah bahkan tak ber-energi berubah drastis 3600, langsung ambil bola lalu bermain bola dan berlari-lari di lapangan hingga berjam-jam, tenaga yang luar biasa tiba-tiba memenuhi tubuhnya sehingga tampak kuat dan sehat. Sungguh ajaib bukan? Kenapa hal itu terjadi??

Anda tahu di bagian otak tengah kita tepatnya “dalam sistim limbik, tersimpan memori universal tentang kebaikan, keburukan, keadilan, kejujuran dan sifat-sifat yang dianggap baik dan buruk oleh manusia” (Agus M, 2005:123). Seperti perasaan senang, benci, marah, takut, berani, bahagia, sayang, menderita, pemaaf dll. Sistim limbik ini bertanggungjawab dalam mengelola seluruh sikap emosi seseorang. Termasuk di dalamnya amygdala sebagai pusat ingatan emosi atau tempat penyimpanan memori emosi. Anda pernah mengalami bahkan selalu tertawa ketika mendengar sesuatu yang lucu, berduka atau menangis ketika mendengar sesuatu yang menyedihkan, marah ketika diri kita di ganggu, senang ketika di puji, bahagia ketika mendapatkan hadiah, bahkan anda mungkin kaget, atau berlari terpontang-panting ketika ada sesuatu yang menakutkan. Perasaan senang, bahagia, benci, kaget, takut, berani itu sudah dimiliki manusia, dan bahkan tanpa belajar pun,  perasaan universal itu sudah terekam dan  tertanan sempurna melekat di memori kita. Oleh karena itu, ketika di otak mereka merasa senang secara repleks hal itu menstimulus otak menjadi lebih bergairah dan semangat. Terlebih rasa senang itu berkaitan dengan permainan yang melibatkan gerakan, main bola (olahraga) misalnya, sehingga menambah energy yang luar biasa karena sesungguhnya gerakan itu mempengaruhi bekerjanya sistim otak kita. Artinya emosi itu memberikan rangsangan terhadap gerakan dan gerakan itu itu akan mempengaruhi kemampuan berpikir. Benarkah ada hubungan antara gerakan dengan kemampuannya mencerdaskan otak kita? Taufik Pasiak (2007:246) mengatakan bahwa melalui komponen dalam otak kecil bernama nucleus dentatus (bentuk lebih canggihnya bernama nucleus neodentatus yang hanya dimiliki manusia) terjadi hubungan yang saling mempengaruhi antara kegiatan fisik dan kemampuan berpikir. Berpikir dan olah tubuh juga saling berhubungan melalui komponen di batang otak bernama RAS (Reticular Activating System). System ini laksana alarm bagi otak. Otak berpikir akan menyadari apa yang masuk jika alrm ini berbunyi. Beruntung sekali manusia karena terdapat huungan antara otak kecil, system vestibuler (yang mengatur keseimbangan tubuh) dan RAS. Artinya setiap gerakan yang berirama, rutin dan rumit akan memengaruhi “otak berpikir” kita. Otak berpikir (otak modern -Hemisphere) terdiri dari otak kiri dan otak kanan. Otak kiri lebih berfungsi sebagai pengontrol bahasa, logika, mengelola angka, dan semua yang membutuhkan keteraturan urutan. Sementara itu, otak kanan mengendalikan perasaan, seperti intuisi, pola, nada, dan seni. (A. Andri dan Hartono S, 2010:90) Walaupun kita tahu bahwa sesungguhnya otak berpikir manusia itu jauh lebih kompleks dan rumit dari batasan pembagian otak kiri dan otak kanan itu sendiri.

Paul E Dennison menuturkan bahwa gerakan adalah pintu menuju pembelajaran. Semakin kita memperhatikan hubungan timbal balik yang rumit antara otak dan tubuh, semakin muncul satu hal: gerakan sangatlah penting bagi pembelajaran. gerakan memberikan dan mengaktifkan kapasitas mental kita. Gerakan menyatukan dan menarik informasi baru ke dalam jaringan neuron kita. Gerakan sangat vital bagi semua tindakan untuk mewujudkan dan mengungkapkan pembelajaran kita, pemahaman kita dan diri kita. Gerakan memberikan kemampuan pada wajah kita untuk mengungkapkan kebagahagiaan, kesedihan, amarah, dan cinta dalam usaha kita untuk dipahami. Setiap kali bergarak dengan cara yang teratur dan halus, otak akan diaktifkan secara penuh  dan integrasi terjadi, pintu kepada pembelajaran terbuka dengan alami. Howard gardener, Jean Ayres, Rudolf Steiner, Maria Montessori, Moshe Feldenkreis, Glenn Doman, Neil Kephardt dan para pembaharu ternama lainnya di dunia pendidikan telah menekankan pentingnya gerakan dalam proses pembelajaran. Bahkan belajar pun melibatkan pembentukan kecakapan dan kecakapan dalam setiap hal dibentuk melalui gerakan otot – tidak hanya kecakapan fisik seperti yang dimiliki para atlet, penari, atau pekerja kasar, tetapi juga kecakapan intelektual yang digunakan dalam ruang kelas dan tempat kerja (Jalaluddin R, 2007:108-117).

Hal ini menunjukan bahwa kuatnya rangsangan yang diberikan oleh seluruh gerakan indra kita akan mempengaruhi kerja cerdas otak yang super genius. Taufik Pasiak (2007:246) menguraikan bahwa latihan fisik (olah tubuh) memengaruhi otak melalui tiga cara; meningkatkan aliran darah ke otak sehingga otak mendapat tambahan darah yang sedikit lebih banyak, meningkatkan produksi sejenis hormon bernama NGF (nerve growth factor) – yang dapat meningkatkan fungsi otak melalui rangsangan perkembangan sel-sel saraf – serta menigkatkan produksi zat penghantar pesan di otak bernama dopamine. Zat ini memengaruhi kondisi perasaan (mood). Kalau anda sering berolah tubuh, perasaan anda relatif lebih terkontrol dibandingkan jika anda hanya berdiam diri.

Rahasia Setiap Gerakan Tubuh – Mencerdaskan Otak

Setiap gerakan adalah kejadian sensoris-motorisk, yang berkaitan dengan pemahaman kita akan dunia fisik, dunia tempat semua pembelajaran berasal. Gerakan kepala mengarahkan organ sensoris kita (mata, telinga, hidung dan lidah) terhadap masukan dari lingkungan. Gerakan halus pada mata memungkinkan kita melihat jarak jauh, mempersepsi benda tiga dimensi, mencerap sekeliling dan memperhatikan huruf, huruf kecil di halaman buku. Gerakan lembut pada tangan memungkinkan kita menyentuh dan memanipulasi dunia kita dengan cara-cara yang amat luar biasa kompleksnya.

Selanjutnya rahasia masing-masing gerakan….?????

 

semesta kimia,
bagi saudara kecilku
hidup adalah gerak, gerakan lah seluruh indra untuk hal-hal yang positif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: