untukmu negeri, silahkan….???

 

Hadirnya terkadang tak lebih berarti daripada menghilangnya sesuatu. Hadirnya sebabkan laku pikir salah kaprah sesatkan tindakan, benarkan yang tak bermoral pun tak bertanggungjawab, hilangnya akibatkan beribu orang terjerumus dalam jurang kehancuran masa depan. Tak ada yang pernah memandang serius masalah sepele, atau bisa jadi malah menyepelekan hal yang serius. Tak pernah sadar hal sepele itu kelak akan melahirkan sesuatu kerugian yang luar biasa, tak pernah sadar jarum yang sangat kecilpun akan menumpahkan darah yang begitu menyakitkan. Tak pernah sadar bahwa me-remeh-kan hal yang kecil berarti menghilangkan kekuatan yang begitu besar. Kata “remeh” dalam bahasa sunda menunjukan arti beberapa butiran nasi, ketika remeh itu bergabung dalam jumlah yang begitu banyak jadilah ia NASI yang mampu memberikan energy yang sangat luar biasa dahsyatnya. Jangan pernah melupakan remeh karena itu berarti melupakan kekuatannya untuk hidup. Tetapi di luar sana sambil duduk santai, berkata dengan bahasa santun nan lembut, kekuatannya digunakan untuk menembakan peluru-peluru kecil sesuka hati. Padahal hati tak pernah suka dikenai tembakan peluru, alih-alih terbang malah mati melayang. Kekuatannya itu telah melupakan hal penting dalam hidup, atau malah sengaja melupakan kesadaran hidupnya yang dianggapnya tidak penting. Karena kepentingannya sekadar menciptakan keteraturan untuk dirinya sendiri sebab itu berarti melupakan akibat ketidakteraturan di luar dirinya.

Ceritanya keteraturan ini dibuat untuk menciptakan persamaan tindakan, lalu semua orang menjadi di-atur– untuk selalu sesuai dengan prosedur sebagai standar ope-rasional sehingga yang di-atur pun lupa dirinya menjadi tak-rasional. Sebagian lagi meng-atur– dengan berbagai peng-awas-an yang super ketat sehingga semua objeknya terlihat dengan jelas, ia sendiri malah sembunyi di balik peng-awas-annya sehingga yang meng-atur menjadi takawas lagi melihat diri dan sekelilingnya.

Mau di-atur atau meng-atur? Meng-awas atau di-awas…? Untuk yang masih punya hati, untukmu negeri silahkan memilih….!

hari pertama; untukmu negeri penuhi tanda tanya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: