Gelombang Otak Kecerdasan

Untuk berubah diperlukan pergeseran gelombang otak
dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan
bawah sadar. Pikiran Anda yang terlalu keraslah
yang membuat anda terus terjebak dalam
masalah yang ingin anda selesaikan.
– Paul T. Scheele, M.A. –

 

 

Rutinitas manusia tidak jauh dari berdiri, duduk dan terbaring. Berdiri berarti kita dalam keadaan sadar melakukan tindakan atau beraktifitas di setiap detiknya, duduk berarti beristirahat melepas lelah sejenak, lalu terbaring berarti dalam keadaan tidak sadar atau beristirahat total melepas lelah seluruh aktivitas seharian penuh. Sederhananya, sudah menjadi rahasia umum bahwa aktivitas manusia setiap pagi bangun setelah tertidur pulas semalaman lalu otak kita mau tidak mau diajak langsung berpikir; bagi pelajar berpikir mempersiapkan dan melakukan aktivias belajarnya seharian penuh, yang bekerja berpikir mempersiapkan untuk meng-goal-kan rencana kerjanya seharian penuh dari pagi hingga petang bahkan beberapa orang hingga larut malam. Rutinitas ini dilakukan secara sadar yang berada pada gelombang otak Beta (14 – 100 Hz). Buahayanya pada gelombang ini banyak sekali penyakit  yang ditimbulkan, stres berat adalah salah satu akibat berada pada kondisi ini. Lalu setelah selesai melakukan aktivitas setiap orang akan merasa lelah, letih sehingga langsung tertidur pulas. Keadaan tidur pulas seperti ini berada pada gelombang otak Delta (0,1 – 3,9 Hz). Meski, kondisi delta ini yang mengembalikan energy kita menjadi pulih kembali, akan tetapi bila tindakan seperti ini berulang setiap hari bahkan hampir berjalan selama hidup seseorang, dimana gelombang otak kita yang bekerja hanya Beta dan Delta, sementara gelombang otak alfa dan tetha terlewatkan begitu saja. Padahal pada keadaan alfa (8 -13,9 Hz), ruang imaginasi atau ide-ide segar seseorang bekerja maksimum dan pada gelombang otak tetha (4 – 7,9 Hz), seseorang dalam keadaan mimpi sehingga pikiran menjadi inspiratif dan kreatif. Disinilah terjadi pindai tetha dalam memproses informasi.

Disini terlihat jelas bahwa rutinitas keseharian kita baik pelajar atau pun pekerja bukannya menjadikan otak kita menjadi lebih genius malah menjadikan otak kita menjadi kaku bahkan dengan bertambahnya waktu potensi otak yang super genius alih-alih berkembang dengan sempurna malah tumpul lemah tak berdaya guna. Lalu bagaimana kita mampu mengakses gelombang otak alfa dan tetha kita, sehingga keempat gelombang otak kita bekerja secara seimbang??

Sebelum memaksimalkan keempat gelombang, kita coba mengurai keempat aktivitas gelombang otak:

Pertama, Beta (14 – 100 Hz). Pada frekuensi ini seseorang sedang dalam kondisi terjaga atau sadar penuh, waspada, aktif dan didominasi oleh logika. Di kondisi beta, otakmu bereaksi pada berbagai rangsangan sekaligus. Kegiatan acak. Kamu mungkin memikirkan banyak hal saat bersamaan atau melompat dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Ibaratnya, perbincangan sms sekaligus – itu cara kerja gelombang betamu. Saat seseorangg berada di gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, konsentrasi dan sebagainya, sehingga gelombangnya meninggi. Gelombang tinggi ini merangsang otak mengeluarkan hormone kortisol dan norefibefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, marah dan stress akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang kalau kita terlalu aktif digelombang ini.

Kedua, Alfa (8 -13,9 Hz). Pada frekuensi ini seseorang sedang dalam kondisi konsentrasi santai dan rileks. Kamu tenang, bahkan melamun sekaligus waspada, menyerap semua materi dan merangkai hubungan. Kamu sangat terfokus pada satu kegiatan. Seperti anda memainkan permainan catur yang menantang. Ini kondisi terbaik untuk belajar. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau akses bawah sadar, sehingga otak akan bekerja lebih optimal. Tanpa gelombang otak ini, jangan bermimpi bisa masuk ke perasaan bawah sadar. Anak-anak balita gelombang otaknya selalu dalam keadaan alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Dalam kondisi ini, otak memproduksi hormone serotonin dan endorphin yang menyebabkan seseorang merasakan rasa nyaman, tenang, bahagia. Hormon ini membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil dan kapasitas indra kita meningkat. Dalam kuantum ikhlas keadaan alfa ini yang disebut tombol ikhlas. Tombol ikhlas inilah yang bakal memudahkan anda menciptakan rasa ikhlas di hati dan membuka akses menuju realitas kuantum.

Banyak sekali orang-orang besar yang melahirkan ide besarnya dalam keadaan rileks. Albert Einstein penemu teori relativitas E = mc2 secara tiba-tiba mendapatkan ide ketika sedang mencukur kumisnya. Beethoven seorang komponis klasik, Darwin penemu teori evolusi menemukan ide ketika mereka sedang duduk di kereta-kuda. Archimides penemu hukum archimides, ketika sedang berada di bak mandi. Mozart seorang komponis musik klasik menemukan ide pembuatan lagu ketika sedang melamun. Berdasarkan penelitian, umumnya para jenius (penemu) tatkala memperoleh ide, otaknya sedang masuk (berada) pada tahap relaksasi (gelombang alfa). Kreativitas memang merupakan ruang bagi pengembangan imajinasi, untuk menemukan ide-ide segar. Para jenius dalam bidang ilmu apapun, mayoritas menemukan ide ketika mereka dalam kondisi bawah sadar (in-trance state) (Tut sayogya, 2008:67).

Ketiga,  Theta (4 – 7,9 Hz). Pada frekuensi ini seseorang sedang  dalam kondisi mimpi. Gelombang otakmu melambat, hanya beberapa detik sebelum tidur nyenyak. Disinilah kamu bermimpi dan memproses informasi. Dalam kondisi ini pikiran menjadi sangat kreatif dan inspiratif. Seseorang yang berada dalam gelombang ini berada dalam kondisi khusyuk, rileks yang dalam, ikhlas, pikiran sangat hening, indra keenam atau intuisi muncul. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormone melatonin, catecholamine dan AVP (arginin-vasopressin).

Para peneliti otak menemukan bahwa kita memproses pikiran dan memfokuskan diri pada pikiran terakhir kita sebelum tertidur. Jika para siswa melihat sejenak materi pelajaran sekolahnya sebelum tidur, hal ini akan sangat memberi perbedaan besar  pada ingatan dan pemahaman tentang apa yang sudah mereka pelajari. Guru-guru bahkan mengatakan bahwa nilai ujian meningkat saat siswa membaca sekilar pembelajaran mereka sebelum tidur. Inilah yang disebut pindai theta karena terjadi pada masa aktivitas gelombang theta – sebuah pengingat agar kamu mau membaca sekilas apa yang sudah kamu pelajari pada saat terakhir agar waktu yang sudah kamu habiskan untuk mempelajarinya bermanfaat (Boby DePorter, 2010:29).

Keempat, Delta (0,1 – 3,9 Hz). Pada frekuensi terendah ini seseorang dalam kondisi tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tidak bisa merasakan badan, tidak berpikir. Gelombang otak yang paling lambat. Di gelombang ini otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone/ hormon pertumbuhan) yang bisa membuat orang awet muda. Bila seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberap menit tertidur, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.

Mengoptimalkan keempat gelombang otak yang dimiliki menjadi satu keharusan dalam melejeitkan potensi alamiah otak yang sudah dimiliki sehingga dapat tumbuh menjadi… dan menjadi…!

Semesta kimia;
untuk saudara kecilku gunakan gelombang otak alfa dan tetha mu

4 Responses to “Gelombang Otak Kecerdasan”

  1. sama-sama
    semoga bermanfaat..!

  2. Kenapa tidak diajarkan bagaimana berada pada gelombang alfa & theta? Bagaimana kita tau kita sudah berada disana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: