Akselerasi Kecerdasan; Memori Otak#2

Ingatan (memori) adalah mitra dalam mengembangkan semua
keterampilan mental lain. Kunci untuk belajar adalah kemampuan
otak untuk mengubah pengalaman yang ada sekarang menjadi
sandi dan menyimpannya agar di kemudian hari, pengalaman
tersebut dapat dipanggil kembali untuk kepentingan anda.
(David Gamon Ph.D & Allen D. Bragdon)

 

 

Lalu apa sesungguhnya memori itu?

Seorang ahli fisika dan biokimia inggris, Francis Crick (1994) menggambarkan memori sebagai “refresentasi internal” atau –versi neuron yang terstruktur dan terkode-dari lingkungan eksternal dan internal (dunia individual) yang bisa secara potensial memandu perilaku. Tidak ada satupun daerah penyimpanan untuk catatan masa lampau, tetapi fisiologi pembelajaran dan pengingatan mencerminkan perubahan yang terjadi terhadap neuron yang terlibat dalam persepsi, bahasa, perasaan, gerakan dan sebagainya. Dengan demikian memori bukanlah sebuah “benda”, melainkan proses aktivasi jaringan neuron (Hobson, 1994). Menurut teori konstruktivitas, otak secara spontan “menyelaraskan” diri dalam respons terhadap pengalaman dengan mengubah kekuatan koneksi antar neuron. Meskipun demikian, sekarang kita tahu bahwa tidak ada jaringan neuron yang secara khusus ditugasi untuk menyimpan catatan pengalaman tertentu (Guenther, 1998).

Memori tersebar di seluruh otak dalam pelbagai subsistem kognitif yang mengindra, merenungkan  dan menindaklanjuti pengalaman. Sebagai contoh, kerusakan pada lobus oksipital bisa menghambat persepsi visual dan beberapa jenis memori implisit, sementara kerusakan pada lobus posterial menggangu memori verbal (Greenfield, 1996). Himpokampus sepertinya memodulasi terbentuknya koneksi di antara neuron-neuron untuk mengingat peristiwa spesifik dalam memori episodik. Kerusakan hipokampus pada kedua belahan otak menyebabkan amnesia demi mengembangkan memori baru.

Himpokampus dan Amigdala membangkitkan serangkaian citra emosional dan citra jenis lainnya, di samping perhatian, pembelajaran dan memori penyimpanan jangka panjang dan pembukaan informasi yang baru dipelajari. Amigdala juga berperan dalam aktivitas yang berkaitan dengan imbalan, orientasi dan perhatian, disamping gejala emosi.

Memori secara umum disimpan di belahan kanan atau belahan kiri otak, tetapi tidak pada keduanya. Jika otak berupaya menyimpan memri pada keduanya, muncul gangguan pembelajaran. Siswa yang berhasil dalam baca dan pelajaran matematika, misalnya, menyimpan symbol-simbol bahasa di belahan otak kiri saja, sementara siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca matematika cenderung menyimpan symbol-simbol bahasa di kedua belahan otak. Menyimpan di kedua belahan otak ini sepertinya menciptakan kebingungan ketika informasi perlu diingat kembali (Orbzut & Hynd, 1991).

Belahan otak kanan sepertinya menyimpan citra sekaligus informasi visual, emosianal, musical, facial dan spasial (termasuk pengetahuan tentang paruh-tubuh sebelah kiri). Ini menunjukan bahwa riset pemisahan otak terus menerus dapat dukungan, diantaranya dari temuan-temuan mutakhir. Penting untuk diingat bahwa memori dan pembelajaran sepertinya bergantung pada koneksi sinaptik-jaringan neuron yang diasosiasikan dengan struktur-alih-alih pada strukturnya sendiri. Karenanya, pembelajaran tempaknya bergantung pada sisten pembelajaran primer mana yang sedang memegang kendali. Karena memori disimpan sebagai pola sekuens listrik di dalam otak, pengingatan menjadi sama saja dengan mengaktivasi sekuens listrik tertentu di antara puluhan miliar sekuens di dalam otak yang berada dalam keadaan istirahat atau aktif. Barbara K. Given (2007:224) menguraikan memori dari sudut pandang  fungsional dan kontruktivis.

Pandangan Fungsional terhadap Memori

Muncul konsensus bahwa  system-sistem memori otak yang utama mencakup beberapa jenis memori yang berbeda. Pertama, berdasarkan fungsinya, memori dibagi menjadi memori jangka panjang (long-term memory) dan memori jangka pendek (short-term memory). Kalau dahulu memori jangka pendek dianggap terpisah dari memori jangka panjang sekarang ia dianggap terpisah dari memori jangka panjang, sekarang dia dianggap sebagai “bagian dari memori jangka panjang, yang untuk sementara berada dalam keadaan aktivasi meningkat pada saat tertentu.” (wagner, 1996:148). Memori jangka pendek berfungsi sebagai pusat kontrol kognitif untuk perhatian, karena memori jangka pendek menentukan kemana perhatian peripheral diarahkan, bagaimana pengkodena input baru, dan bagaimana terlibat dalam proses pengulangan.

Crick (1994), yang bekerja sama dengan James Watson dalam menentukan struktur molekuler DNA, memori jangka pendek bisa dibagi lagi menurut jenis sensori penerima; visual, auditori, taktual, kinestetik, dan penciuman. Anak-anak yang lemah dalam memori auditori jangka pendek atau memori visual jangka pendek biasanya mengalami kesulitan membaca yang bisa didiagnosis sebagai gangguan belajar, karena mereka gagal mempertahankan informasi cukup lama untuk menyimpan kata-kata baru yang didengar atau dibaca ke dalam memori jangka panjang. Bagi Crick, jangka pendek berkisar antara seratus hingga dua ratus milidetik sampai beberapa detik dan beberapa menit. Jangka waktu itu memungkinkan pemrosesan sinyal yang sangat singkat dan pengingatan sekitar tujuh digit. Sebaliknya, ingatan jangka panjang bisa bertahan selama berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Sementara memori jangka panjang dibagi menjadi dua yaitu memori deklaratif (eksplisit) dan memori non deklaratif (implisit/prosedural). Memori deklaratif/eksplisit adalah memori yang dimaksud seperti kebanyakan orang dengan memori. Memori deklaratif/eksplisit disimpan di dalam korteks serebral tepatnya di hipokampus. Memori deklaratif/eksplisit dibagi lagi menjadi dua, yaitu memori episodik dan memori semantik. Memori episodik adalah memori tentang pengalaman-pengalaman anda sendiri yang biasanya berhubungan dengan riwayat hidup. Memori semantik berisikan jumlah total pengetahuan yang anda miliki seperti perbendaharaan kata, pemahaman matematika dan segala fakta yang kita ketahui. Memori non deklaratif/implisit/prosedural berisikan antara lain kemahiran, kategori, priming, hubungan dasar dan keterbiasaan (classical conditioning).

Memori episodic menggambarkan memori untuk peristiwa atau episode tertentu dalam kehidupan dengan pusat ruang-waktu yang spesifik, seperti mengingat kematian orang yang dicintai; upacara wisuda; kelahiran seorang anak, reuni keluarga, kecelakaan mobil; dimana anda berada dan apa yang sedang anda lakukan ketika. Biasanya semakin traumatis suatu peristiwa, semakin banyak detail yang teringat untuk tempat, cuaca, bau, suara orang, dan bunyi-bunyi lain dari peristiwa tersebut. Ingata akan peristiwa terkadang disebut memori “sekali-tembak” atau “lampu kilat” untuk alasan jelas. Verbalisasi berulang-ulang memori seperti ini bisa memperkuatnya. Fitur penting memori episodik adakah sifatnya yang konkret, banyaknya sensori yang terlibat, dan pengingatnya yang dilakukan secara sadar dan aktif (Cedrick, 1994; Donald, 1991;Guenther, 1998).

Memori prosedural berbeda dengan memori episodic karena melibatkan pola tindakan yang di pelajari. Jika memori episodic mengabadikan detail tertentu sebuah peristiwa, memori procedural mengabadikan keumuman tindakan dalam pelbagai peristiwa, seperti belajar mengemudikan mobil dan kemudian mengemudikannya tanpa terus-menerus memikirkan bagaimana pembelajaran terjadi (Donald, 1991). Memori prosedural mengabaikan memori epidosik tertentu (misalnya, membuata lemparan kemenangan dalam pertandingan basket) tetapi menyimpan pola-pola umum untuk menciptakan tindakan itu (bermain basket). Sebgaian besar memori procedural mengandalkan memori semantic atau representasi yang digunakan manusia untuk membedakannya dari mamlia lain. Memori semantik membuat kita mempertahankan pemahaman tentang makna kata-kata tanpa mengingat bagaimana kita mempelajari kata-kata tersebut.

Pendeknya, fungsi memori jangka panjang mencakup peluang berulang untuk mempelajar bahasa, kecakapan atau tindakan; pengaksesan memori secara tak sadar untuk melakukan tindakan atau menggunaan kata (memori procedural); dan memori pada tingkat yang relatif otomatis (Guenther, 1998; Hobson, 1994, Joseph, 1996).

Pandangan Konstruktivis terhadap memori

Guenther (1998) percaya bahawa memori manusia dirancang untuk mengantisipasi masa depan ketimbang mengabadikan masa lampau. Ia menyatakan bahwa dalam setiap pengalaman baru, neuron-neuron dalam satu atau lebih system pembelajaran berubah sambil menyesuaikan diri terhadap pengulangan pola yang sama dan pengecualian tidak terduga dari suatu pengalaman. Tidak ada rekamana khsusus pengalaman yang disimpan di daerah otak manapun. Lebih jauh, ingatan masa lalu melibatkan proses rekonstruksi berdasarkan informasi saat ini dan perencanaan masa depan, alih-alih mengakses rekaman yang tersimpan atau mengalami kembali masa lalu.

Mengingat hampir sama dengan memecahkan masalah. Kita menggunakan pengetahuan dan memori yang sudah tersedia dari rekonstruksi  sebelumnya untuk menciptakan interpretasi yang masuk dari peristiwa tertentu di masa lalu (Neisser dalam Guenther, 1998). Kita mungkin berpikir bahwa kita mengingart masa lampau terperinci, tetapi riset para konstruktivis menunjukan bahwa detail yang diingat jelas bisa sangat tidak akurat. Sebagai kesimpulan dari argumentnya yang meyakinkan, Guenther mengatakan, “karena setiap pengalaman baru mengakibatkan perubahan kekuatann koneksi di antara neuron-neuron, otak terus-menerus ‘menyelaraskan diri sebagai respon terhadapa pengalaman. Namun otak tidak memiliki jaringan neuron khusus untuk menyimpan satu rekaman dari setiap pengalaman”.

semesta kimia;
untuk saudara kecilku,
aktifkan memorimu dengan berfokus
pada hal positif yang kamu sukai every time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: