Kerja Cerdas Otak: Sistem Analitik Otak

Lailaaha Illallah, tiada Tuhan selain Allah
Bila Allah itu Satu [1] yang lainnya tidak ada [0]

 

tauhid merupakan pandangan umum tentang realitas,
kebenaran, dunia, ruang dan waktu, sejarah manusia dan takdir.
=Ismail Raji al-faruqi=

 

Anda tahu komputer-internet? Satu perangkat teknologi yang luar biasa memberikan kemudahan informasi serta layanan praktis bagi seluruh manusia di dunia. Siapapun yang mengabaikan fasilitas komputer-internet yang super canggih tersebut akan sangat merugi karena akses informasi yang melintas ruang di seluruh jagat raya ini berkerja sempurna dalam hitungan detik. Meski informasi itu pun masih plus-minus antara positif dan negatif, tetapi yang paling penting bagaimana kita menggunakannya dengan cerdas, arif dan bijaksana untuk memilih sesuatu yang mampu mengembakan kemampuan dan kualitas kita menjadi lebih baik.  Sistem Komputer sebagai bentuk sederhana dari cara otak kita ini  sudah mampu  bekerja dan membeirkan informasi yang super cepat, kinerja otak pastinya akan jauh lebih sempurna dari kinerja komputer itu sendiri. sel-sel otak yang berkaitan jauh lebih kompleks, berkoneksi serta beroperasi jauh lebih rumit namun menghadirkan kesederhanaan juga kesempurnaan dalam menyimpulkan berbagai peristiwa dalam kehidupan ini. sungguh luar biasa otak bekerja, bagaimana hal itu terjadi? Ada satu mekanisme yang menarik di otak untuk kita cermati yakni system analitik otak seperti halnya komputer yang mampu beroperasi secara akurat. Lalu bagaimana system analitik otak ini bekerja?

Secara mendasar, otak dilengkapi system BIOS (basic input output system) atau sitem penunjang hidup (vegetatif) yang diperankan batang otak dan medulla oblongata. Sifatnya spartan, terus-menerus dan tidak dipengaruhi system memori sementara (system persisten ini dikenal sebagai flash memory).

Ada pula system Random Memory Acces (RAM) yang diperankan sebagai system limbic, sebagian thalamus dan hipotalamus, korpus amigdala, hipokampus dan korpus kolasum. Tugas dari system ini adalah mempertemukan kepentingan atau kebutuhan dengan data tersimpan dan program operasi. Bila system BIOS diperlukan untuk mempertahankan fungsi vital kehidupan, maka fungsi RAM adalah mengorkestrasi kerja otak. Data yang masuk dari jalur manapun akan diproses berdasar kebijakan dan kapasitas elemen-elemen dalam kompartemen RAM. System operasi yang digunakan adalah program yang terdiri dari sederetan variable fitrah insaniyah (lahut) dan serangkaian variable kontraversinya (nasut).

Secara sederhana dapat digambarkan bahwa RAM otak manusia mensinergikan secara proporsional kebutuhan BIOS, kebutuhan kekinian/ keadaan yang dihadapi (misalnya perubahan suhu), dan ketersediaan program serta data yang dapat dipergunakan dan dioperasikan. Sementara itu, system prosesing dijalankan oleh bagian neokorteks, khususnya korteks frontalis. Dalam hal ini korpus kolasum dkk bertindak selaku bus interface unit alias unit pengakomodasi data. Selanjutnya data yang masuk akan diproses secara aritmetika, mengingat bahasa yang disepakati (hipotetikal) adalah bahasa biner. Hasil pengolahan data secara arithmetic logic unit ini di ekesekusi dalam bentuk tindakan, ingatan, maupun ketidakpedulian. Penentuan sikap keluaran ini dipengaruhi oleh system pengambilan keputusan yang memiliki alur seperti rantai Markov, yaitu membentuk suatu algoritma dari berbagai macam input dan menganalisisnya untuk mereduksi sebuah keluaran logaritmik.

Bahasa Biner dalam hal ini adalah sebuah bahasa yang sangat sibolistik. Daya hidup atau spirit ini, dalam bahasa agama lebih tepat jika disebut bahasa tauhid; Lailaaha Illallah, tiada Tuhan selain Allah. Bila Allah itu Satu [1] yang lainnya tidak ada [0]. Tanpa bermaksud merendahkan atau mensejajarkan bahasa tauhid sebagai bahasa binernya teknologi, tetapi Bahasa tauhid disini lebih pada memberikan spirit, ruh atau daya hidup sebuah sistem bekerja. Bahasa tauhid jauh melampaui fungsi-fungsi digital teknologi, tetapi sebagai daya hidup yang memungsikan seluruh komponen peradaban di semesta ini. Secara aplikatif, pengertian Binary logic (on-of atau 1 dan 0) disini tidak dalam pengertian benar dan salah secara mutlak memaknai kehidupan karena itu berarti menimbulkan cara berrpikir dualistik karena masih ada kesadaran dan hal di luar keasadaran otak manusia yang bekerja melompat tak terduga (kuantum) dalam sebuah tatanan kehidupan yang sangat kompleks. Karena manusia lebih kompleks ketimbang komputer itu sendiri. Pada manusia diberikan otak sebagai potensi yang luar biasa penanda kemampuan makhluk berakal, yang mampu menilai dan memilih sehingga selalu ada ruang “proses menjadi” lebih sempurna diantara benar dan salah, ya dan tidak (1 dan o) itu sendiri.

Otak manusia selalu “berproses menjadi”, meningkatkan kualitas membaca dan belajar dalam memahami seluruh seluruh aspek kehidupan jauh lebih baik ketimbang berdiam diri menunggu sesuatu terjadi.

Semesta kimia,
Buat saudara kecilku,
Belajarlah, fungsikan otak mu sehingga mengenal tauhidnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: