mautku

jika mautku tiba
sisakan geliat jiwanya
lahirkah sebuah karya
sejenak rindukan uraian jalinan
tak sempat kuucapkan terima kasih

jika mautku tiba
isak tangis air mata dalam lara
bak samudera penuhi jagad raya
awan sembab glapkan semesta
gemuruh angin senandungkan duka.

jika mautku tiba
takan kau dapati apapun
melainkan pasir yang bersimbah air mata
dan hawa mistis menarikan keindahan cahayaNya.
wahai jiwa yg bermandikan kesucian
sampaikan keindahanmu pada wajah semesta raya,
damaikan dalam cengkrama tubuhmu yang halus,
hilangkan keangkuhan, kemurkaan, dan kedengkian
dengan jiwamu yg mulia,
tutur lembut sapamu,
ajak manusia ke dasar kehalusan budi’

batas antara kematian dan kehidupan sangatlah tipis,
ketika kusadari jiwa terdekat meninggalkanku
dan menjadikanku berpikir
betapa hidup adalah kehendak sederhana saja
Menjalani dengan sepenuh hati,
tak mengeruk perhiasan dunia
lebih dari keperluan diri,
menjadi mutiara iringi laku dalam langkah
jika mautku tiba
tersenyumlah

==
terselip satu dari “entah” burung yang terbang disana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: