dunia

berkejaran dengan waktu
pagi, siang dan petang pun berlalu
larut dalam harapan,
hanyutkan semangat menggebu,
terkadang sesaat menipu
itulah dunia
sementara itu pikiran kosong
tersilap kilauan permata hingga silaukan mata
seperti adam yang terbuai buah asmara surga
ia pun terdampar di lumpur
bernama dunia
darinya lahirlah Hawa hati pasangan sukma
hawa lahir darinya meski bukan berasal darinya
ia adalah hawa penyejuk hati penyempurna jiwa
isi kehidupan dirinya sendiri sebagai buah pancaran cahaya suci
dunia
tak hanya lahirkan nafsu semata
kau pun ajarkan keheningan kalbu nan bijaksana
pahamkan tujuan dan makna perjalanan kearifan semesta
gerakan nafsu dalam pengawasan kalbu
seimbangkanmu dalam putaran waktu

==
tarian agung semesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: