Mimpi Ala Newton

 

“aku tidak tahu bagaimana dunia memandang diriku.
Tetapi aku sendiri memandang diriku seperti bocah kecil
yang bermain pasir di pantai, asyik mencari batuan halus
serta kerang-kerang cantik, sementara lautan kebenaran mahaluas
tetap tak terjamah olehku”. =Newton=

 

 

Alam  Semesta bagi Newton adalah sebuah buku yang terbuka. Ia berdiri di hadapan kita, tegak, penuh keyakinan, dan sendirian”. Namun anehnya, ia berbicara kepada kita dengan enggan dan sembunyi-sembunyi. Newton adalah salah satu dari sekian banyak ilmuwan yang membaca alam semesta dengan seksama sehingga menghasilkan karya agung yang luar biasa yang dikenal dengan Hukum  Newton I, II, dan III. Hukum Newton tersebut menjadi materi penting yang harus dipelajari disetiap jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar, SMP/MTs, SMA/MA sampai perguruan tinggi, bahkan kekokohan hukumnya bertahan dan menjadi sebuah paradigma [cara memandang sesuatu] yang bertahta hingga 300 tahun hingga abad ke-19 di seantero jagat raya.

Kita melihat sejenak perjalanan Newton dalam mengungkap misteri alam semesta. Newton dengan tekad yang bulat dan yakin menetapkan visinya untuk mengungkap teka-teki misteri alam semesta dengan berusaha menjawab pertanyaan, “adakah sebuah aturan sederhana yang memungkinkan kita menghitung secara tepat gerak benda-benda langit dalam sistem tata surya, jika kita mengetahui keadaannya pada suatu waktu?”. Pertanyaan yang begitu rumit tentang alam semesta, namun ia menetapkan visinya dengan kuat dan yakin bahwa alam semesta menyediakan jawabannya jika kita mau dan berani mempelajarinya. Dalam perjalanan hidupnya, Newton yang hidup dalam sebuah dunia yang diliputi kegelapan, kesamaran dan kegaiban. Newton menjalani hidup yang obesif, tanpa orangtua, keluarga, kekasih dan teman. Bekerja di tengah kesendirian dan kesunyian. Bahkan ia lebih memilih tidak menyebarluaskan temuan-temuan revolusionernya, seandainya saja tidak didesak oleh rekan-rekannya. Namun, seolah-olah mendengar bisikan wahyu, ia dapat membaca rahasia alam. Bahkan, kelak ia menjadi awal mula sains modern sekaligus “nabi” pembawa revolusi terbesar dalam kehidupan manusia di seluruh dunia. Dengan hasil karya agung mekanika newtonnya yang mengguncangkan dunia. Ketajaman serta kegigihannya dalam membaca alam secara seksama menjadikan Newton sebagai salah satu tokoh yang ditempatkan sebagai nomor dua setelah Nabi Muhammad saw, di atas Yesus sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah oleh Michael Hart dalam buku legendarisnya, 100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah (the 100: A Ranking of The Most Influential Persons in History).

Bahkan kebesaran Newton pun jauh melampaui Einstein yang dikenal sebagai orang paling cerdas di dunia. Dalam jajak pendapat tentang Newton dan Einstein, pada tanggal 23 November 2005, hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Royal Society menyatakan Newtonlah iluwan terbesar sepanjang masa. Jajak pendapat tersebut diikuti 1.363 orang masyarakat umum dan 345 ilmuwan Royal Society. Hasilnya; Masyarakat memilih 61,8 % untuk Newton dan 38,2 % untuk Einstein, dan ilmuwan memilih 86,2 untuk Newton dan 13,8 % untuk Einstein.

Apa yang dapat dipetik dari perjalanan Newton adalah kekuatan dan keyakinan dalam menetapkan visinya, mimpinya, tujuannya, sehingga tindakannya selalu berfokus pada tujuan yang telah ditetapkannya itu. Inilah yang diungkapkan Thomas Gharlyle bahwa seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yang mulus.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: