Al Lahab

Al-Lahab
(Surat ke  – 111; 5 ayat)

Bismillahhirrahmânirrahîm
(Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

1.  Binasalah kedua tangan abu Lahab dan Sesungguhnya dia akan binasa
2.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar
5.  Yang di lehernya ada tali dari sabut.

 

Tabbat yadâ abî lahabin wa tabb (Binsalah kedua tangan Abu Lahab. Dan Sesungguhnya akan binasa – ayat 1). Yakni binasalah kedua tangan yang menjadi penyebab amal-amal buruk Abu lahab, yang karenanya ia berhak mendapatkan neraka jahanam yang selalu memuntahkan api kebinasaan; dan binasa pulalah zat diri Abu Lahab yang busuk, karena zatnya pun patut binasa, disebabkan oleh kesiapannya. Tegasnya, pantaslah neraka menimpa zat dirinya dan sifatnya sekaligus. Itulah neraka di atas neraka. Karena itu, dalam ayat ini Allah menyebut Abu Lahab dengan julukannya yang menunjukkan pada keniscayaannya untuk ditimpa api neraka (Lahab artinya api yang menyala-nyala).

Mâ agnâ ‘anhu mâluhu wa mâ kasab (Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan – ayat 2). Jelasnya, tidaklah bermanfaat baginya “modal hartanya” berupa kesiapan-fitrah, dan tidak pula bermanfaat baginya apa yang dia usahakan karena tidak ketidaksesuaian kepercayaannya dengan fitrah itu. Keduanya itulah yang saling menambah penyiksaan Abu Lahab dan tidak sedikit pun salah satunya yang bermanfaat.

Sayaslâ nâran dzâta lahab (kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak – ayat 3). Dia akan masuk api yang besar karena keterhijabannya oleh syirik. Api yang besar, menyala-nyala, dan terus berkobar karena kebusukan amal dan bentuk-bentuk sifat Abu Lahab. Maka masukan ia ke dalam neraka itu, iktikadnya yang rusak dan amalnya yang buruk. Dan masuk pula istrinya (wam raatuhû – ayat 4) yang menemaninya di dalam neraka itu. Hammâlat al hathab (pembawa kayu bakar– ayat 4). Yakni, istrinya ia memikul beban-beban dosa dan bentuk-bentuk amalnya yang buruk, yang tak lain adalah kayu bakar api neraka. Fi jîdihâ hablum min masad (yang di leherbya ada tali dari sabut – ayat 5). Tali kuat dibuat dari sabut. Tegasnya tali yang terjalin kuat dari rantai api karena  kecintaannya terhadap sifat-sifat yang rendah dan keji, sehingga bentuk-bentuk sifat dan dosanya itu diikat erat-erat oleh tali neraka itu, diikat erat sampai lehernya sebagai siksaan baginya sesuai dengan tingkat kesalahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: