Quraisy

Quraisy
(Surat ke  – 106; 4 ayat)

Bismillahhirrahmânirrahîm
(Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

1.  Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2.  (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1].
3.  Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka’bah).
4.  Yang Telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Li îla fîquraisyin (Karena kebiasaan orang-orang Quraisy – ayat 1). Jelasnya, karena kebiasaan “orang-orang Quraisy” daya-daya ruhani dan keramahan serta kegemaran “mereka” (daya-daya ruhani) dalam melakukan keutamaan dan kekompakan “mereka” dalam perjalanan menuju kesempurnaan di dua perjalanan, yakni “perjalanan di musim dingin” dan “perjalanan di musim panas” (rihlata al syîtâ wa shaîf – ayat 2). Yang dimaksud “perjalanan di musim dingin” adalah perjalanan sewaktu “matahari” ruh jauh dari zenith mereka; ketika mereka berjalan menuju “alam badar” untuk mengatur kehidupan, memperbaiki kesejahteraan hidup, memenuhi dan memakmurkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Sedangkan yang dimaksud “perjalanan di musim panas” adalah perjalanan ketika “matahari” ruh telah dekat ke zenit mereka dan menaiki penjuru-penjuru alam Qudus dan menerima ruh al yaqîn.

Fal yabudû rabba hâdza al bait (maka hendaklah mereka menyembah Tuhan, pemilik rumah ini [ka’bah] – ayat 3). Menyembah dengan tauhid dan mengkhususkan ibadah semata-mata untukNya serta sepenuhnya menghadapkan diri kepadaNya setelah mencapai makrifat. Alladzi ath’amahum minjûin wa âmanahum min khaûf (Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan – ayat 4). Maksudnya, Dia yang  telah memberi makan mereka (daya-daya ruh) dengan “makanan” makna-makna keyakinan dan pengetahuan-pengetahuan hakiki serta hakikat-hakikat Ilahi; sedemikian rupa sehingga fitrah mereka tidak kelaparan pada tahun-tahun kebodohan awal (sewaktu fitrah suci belun terisi). Allah juga mengamankan “mereka” (daya-daya ruh) dari ketakutan akan dikuasainya mereka oleh “tentara Habsyah” daya-daya jiwa. Allah juga mencegah daya-daya ruhani itu untuk patuh pada “tentara Habsyah” untuk menghancurkan berbagai negeri, memasung kebebasan dan melakukan pembasmian. Allah lah yang memberi pertolongan semua ini.

Dalam mushaf Ubay, dua surah terakhir (Al Fil dan Quraisy) digabung dalam satu surah dan sebagian tokoh-tokoh besar sahabat biasa membaca kedua surah ini di rakaat kedua shalat magrib secara berbarengan.


[1] Orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. Ini adalah suatu nikmat yang amat besar dari Tuhan mereka. oleh Karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang Telah memberikan nikmat itu kepada mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: