Alkimia dan Kimia – Teknologi 4

Dari Kebijaksanaan Hingga Mengetahui – Bagaimana

Spirit Alkimia

Pemikiran yang disajikan sejauh ini dapat diringkas sebagai berikut: Alkemi memiliki minat yang benar-benar ilmiah di alam bahkan mampu memberikan daya tariknya kepada Albertus Magnus, Newton dan orang lain dengan kemampuan yang sama untuk mempelajarinya, namun bahwa aspek yang begitu ketat dikombinasikan dengan pandangan khusus tentang hubungan antara ilmuwan dan operasi eksperimentalnya. Seseorang mungkin ingin tahu apakah ilmuwan besar akan begitu tertarik dengan alkimia itu menjadi sekadar kumpulan “bagaimana-untuk” resep dan masalah. Dengan kata lain, alkimia adalah sebanyak ilmu dalam pengertian modern seperti yang sesuai dengan keadaan budaya sebelum abad kedelapan belas. Bagaimanapun itu dianggap penting bahwa alkemis harus berpartisipasi dalam eksperimen sebagai seorang ekperimentalis, dia tidak sekedar sebagai seorang teoritis yang pemikirannya terpisah.

Sejauh metode yang tepat untuk ilmu pengetahuan hilang, itu bukan sesuatu yang mengejutkan maupun sangat disesalkan bahwa perbedaan yang jelas antara apa yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan (atau teknologi) dan apa yang menyangkut orang yang melakukan itu harus terjadi dalam bidang penyelidikan. Sebuah pengalaman panjang telah menunjukkan bahwa tujuan untuk memahami operasi alam dalam tinjauan, meniru mereka adalah yang terbaik diperoleh dengan mencari rangkaian sebab-akibat yang melekat di dalamnya (dan diformalkan sebagai pernyataan logis). Namun, hal itu tampaknya tidak mungkin bahwa kemajuan – seandainya ada sesuatu semacam itu dalam hal intelektual – dapat membenarkan secara bebas apa yang tampak secara teoritis berharga dan tak terpisahkan dari upaya ilmiah kepada orang-orang masa Helenistik dan masih dianggap kurang penting dari tiga abad yang lalu. Sejarah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa ada bidang di mana para sarjana dari dua puluh lima abad lalu (atau lebih, jika Anda berpikir dari Cina) jauh lebih maju daripada kita. Seorang sejarawan filsafat Amerika yang menekankan titik tekan yang sangat baik ini di tahun 1930-an:

Filsafat Yunani melompat ke ketinggian yang tak terjangkau lagi, sedangkan ilmu Yunani tertatih-tatih di belakang. Bahaya modern kita justru sebaliknya: Data induktif mendominasi kita di semua sisi seperti lava dari Vesuvius, kita mati lemas dengan fakta-fakta yang tidak terkoordinasi. Pikiran kita akan dipenuhi dengan ilmu pembibitan dan penggandaannya terhadap kekacauan spsesialistik untuk menginginkan pemikiran sintetis dan penyatuan filsafat. Kita semua sekadar fragmen-fragmen dari apa yang seseorang mungkin.[1]

Mungkin tidak ada komentar yang diperlukan.

Jalan Menuju Kebijaksanaan

Kami menyebutnya “hikmah” — yang berkaitan dengan kebijaksanaan — komponen pribadi manusia tentang alkimia. Karena dalam kebajikan tersebut komponen itu menjadi mungkin untuk melihat pengetahuan ilmiah dan teknis sebagai kontribusi terhadap kebijaksanaan. Sesungguhnya kebijaksanaan adalah luas, beragam, belajar rendah hati dan pengalaman, yang membuat seseorang mampu memutuskan sudut pandang dan tindakan yang tepat baik moral maupun rasa logis dan menempatkan bahwa seseorang berhubungan dengan realitas spiritual tertinggi. Aspirasi untuk kebijaksanaan dijaga secara paradoks, meskipun dalam bentuk yang agak aneh oleh beberapa alkemis modern tak lepas dari godaan untuk memulai jenis yang berbeda akan sering menganggap kerendahan hati sebagai keutamaan yang lemah dan membuat kekuatan tujuan utama mereka. Namun demikian, filosofi spiritual utama dari alkimia yang melihat alkemis sebagai seorang yang belajar dari Tuhan, yang menempatkan pencarian rahasia alam dalam konteks jalan menuju tingginya ambisi dan nafsu untuk kekuasaan.

Pendekatan itu, seperti yang telah kita tunjukkan sama tuanya dengan alkimia itu sendiri. Sebuah petunjuk yang mendukung gagasan bahwa kebijaksanaan bersumber dari keyakinan pola dasar manusia adalah bahwa sejauh yang kita tahu, hal itu muncul secara independen seperti lingkungan intelektual dan agama yang beragam sebagai Kekaisaran Langit dan Tanah legendaris Ham. Seperti telah disebutkan, ada jejak risalah yang sangat kuno tentang alkimia dari China, sedangkan risalah mitos dari Wei-po “Bapak alkimia Cina” yang akan kembali ke abad kedua periode keemasan dari “kebijaksanaan rahasia” Helenistik, meskipun sangat mungkin tidak berkaitan dengannya. Tampaknya ada keraguan bahwa Tao memberikan fondasi metafisik untuk Magnum Opus tentang alkemis dari Timur Jauh. Tao-teh-Ching, “Book of the Principle and of Its Action”, “Buku tentang Prinsip dan Aksinya,” dapat diartikan sebagai teks dalam prinsip-prinsip yang mengatur alkimia.[2] Ini menawarkan sebuah pandangan global tentang realitas, terlihat sebagai Yang Satu (the one), yang permanen dan belum tunduk kepada perubahan tanpa henti, yang diwujudkan dengan prosedur rahasia. Karena sifat ganda ini yang mendamaikan pandangan jalan puisi tersebut yang ditawarkan kepada Barat melalui filsuf Yunani kuno Parmenides dan Heraclitus. Tao adalah prinsip yang harus menginspirasi setiap tindakan, terutama setiap operasi manusia. Seorang pria sempurna adalah orang yang dalam pikiran maupun dalam perbuatan menyadari harmoni dan keseimbangan sempurna dengan menyandarkan pada “kosmos”, alam semesta yang dipandang sebagai suatu keseluruhan yang teratur.  

Hal ini tidak mengherankan bahwa Tao harus dianggap tidak hanya sebagai panduan untuk segala hikmat dan keadilan, tetapi sebagai kunci untuk setiap operasi yang bertujuan untuk menemukan resep rahasia yang oleh alam menghasilkan transformasi suatu zat ke zat lain. Jadi, meskipun mungkin tanpa mencapai wawasan yang mendalam ke dalam sifat manusia yang terkandung dalam Mitos Prometheus, Orang-orang Cina berpikir telah mencapai kesimpulan yang sama dengan pemikiran Barat: alkimia tidak hanya melibatkan homo Faber, manusia sebagai binatang yang  pada dasarnya mengubah lingkungannya, tetapi juga homo religiosus, manusia sebagai binatang yang mampu mengangkat dirinya sendiri, baik dan jahat untuk menjadi bantuan atau pesaing dari pencipta. Sebagaimana yang telah diketahui, Barat menyimpan tradisi alkimia pada abad-abad pertama era Kristen di Corpus Hermeticum.[3] Sebuah kumpulan risalah umum yang dikaitkan dengan sosok mitos Hermes Trismegistos, Mercurius Thrice Great, untuk diidentifikasi dengan dewa Thoth orang mesir, ahli kitab tentang para dewa dan dewa kebijaksanaan.

Hermes bukanlah seorang filsuf seperti Lao-Tzu maupun seorang dokter seperti Aesculapius: Dia adalah seorang guru yang dikirim untuk memprakarsai, penerimaan murid setelah tes dan ujian yang berat. Rahasia Seni yang ahli seni surgawi telah terapkan untuk mewujudkan berbagai hal yang mengagumkan dari dunia fisik. Hal ini tidak bernilai sementara untuk jeda dalam menggunakan buku-buku karena masyarakat gnostik yang kuat terlahir dengan Pencerahan, yang memprakarsai klaim bahwa mereka memiliki kunci untuk menguraikan pengetahuan rahasia tersembunyi dalam bahasa misterius mereka, tidak mengherankan disebut “Hermetik”: cukup untuk menyebutkan bahwa salah satu prakarsa tersebut, aktif sekitar 1860 sebagai prajurit professional lepas (freelance), seperti judul utamanya “Grand Dunia-Hierophant dari Cult Masonik Mesir dari Misraim  Memphis.”[4] Yang lebih menarik adalah kedekatan antara Tao- teh-Ching dan Corpus Hermeticum, yang berbagi tidak hanya membingungkan, kadang-kadang menawarkan konsep dan metode dengan cara yang paradoks, tetapi ide dasarnya tentang kesatuan spirit dan materi. Bandingkan kalimat ini:

Semesta secara keseluruhan tergantung pada Prinsip tunggal, dan prinsip itu sendiri bersumber hanya dari Yang Esa (Corpus, X. 14) – Mempertahankan Yang Satu agar spirit dan materi harus datang bersama-sama tidak pernah lebih untuk dibagi (Tao, 10);

[Dunia], menjaga semua benih yang diterima dari Tuhan dalam dadanya secara efektif menghasilkan dalam dirinya sendiri semua makhluk,. . . dan kemudian, setelah mereka dihancurkan, Tuhan memperbaharui mereka semua (Corpus, IX, 6) – Tao bukanlah Zat, tetapi aktivitas yang terus-menerus (Tao, 4).

Tentu saja, ada perbedaan besar antara Bapa yang adalah sumber dari prinsip-prinsip (Hermes) dan Tuhan dari Surga, yang mematuhi Prinsip (Lao-Tzu), tetapi afinitas jelas: Lao-Tzu dan Hermes.

Trismegistos memiliki campuran aneh yang sama tentan mistisisme, spiritualitas, dan esoterisme, yang telah menghantui sejak asal-usul budaya mereka dari Timur dan Barat, yang mengasyikan dengan keyakinan pokok secara umum bahwa spirit dan materi keduanya hadir dalam kesatuan realitas yang sama.

Sebagaimana telah kita lihat, kesatuan alam berakhir dan di luar jangkauan tindakan langsung segala sesuatu satu sama lain, tampaknya menjadi titik pusat dari Weltanschauung berdasarkan kemajuan terbaru ilmu pengetahuan; refleksi kami pada alkimia sekarang menunjukkan bahwa mungkin kita harus pergi bahkan di luar kesatuan alam dan memikirkan kesatuan realitas, sungguh-sungguh mengakui bahwa keduanya tidak sama karena ada dimensi spiritual.

Inilah yang alkimia lakukan. Bahkan, dua karakteristik utama dari semangat alkimia adalah
• Doktrin tentang analogi dan korespondensi;

• Pendekatan mistis pada operasi alkimia.

Kami sudah sempat mempertimbangkan titik tekan pertama sehubungan dengan magic, tetapi akan berguna untuk meninjau kembali dengan referensi khusus penggunaannya untuk memandang sifat realitas. Itu seperti disebutkan dalam budaya Helenistik yang baru-baru ini bahwa ‘analogi dan korespondensi’ pertama kali dimasukkan ke dalam bentuk tertulis yang relatif sistematis, tetapi warisan yang telah diterima dan ditularkan terutama oleh orang-orang Arab segera setelah ekspansi mereka di Afrika Utara dan Spanyol selama abad ketujuh sampai kesembilan. Di bawah jaminan pandangan dunia biasanya memenuhi syarat sebagai Platonis, karena memperlakukan ide yang ada per se. Karya Ibnu Arabi, yang hidup sezaman dengan Ibnu Sina. Cendekiawan Arab yakni Ibnu Arabi dan Ibn sina merangkum semua pemikiran Hellenistik mencapai Abad Pertengahan dan memberikan daftar yang tepat tentang titik tekan yang terlibat:

Dalam eksistensi, segala sesuatu kecuali Allah – Yang Maha Tinggi – Dia dapat muncul dalam salah satu dari empat mode. . . :

  1. Eksistensi tentang  sesuatu dalam realitas konkret;
  2. Eksistensi tentang sesuatu dalam pikiran mengetahui;
  3. Eksistensi tentang  sesuatu dalam kata-kata.
  4. Eksistensi tentang  sesuatu dalam menulis[5]

Dua mode terakhir menjadi berbeda karena kata yang diucapkan adalah sifat kekuatan intrinsik, sementara tanda yang ditulis secara pasif menunggu pikiran untuk memahaminya. Jika empat mode eksistensi merupakan aspek-aspek setara dengan satu dan realitas yang sama, maka jika representasi obyek dalam pikiran diubah, realitas konkretnya terlalu dimodifikasi. Hal ini seperti yang kita lihat dalam bab sebelumnya adalah prinsip magic.

Sebenarnya, itu adalah sah untuk menerima daftar di atas sebagai yang mengacu pada fakta bahwa meskipun mereka tidak selalu setara, empat mode tepat untuk segala sesuatu yang dapat diketahui. Jika hal itu dapat diketahui, dapat diberi suatu nama; jika tidak ada, ia tidak dapat diketahui, dan sebagainya. Tapi yang paling penting untuk tema utama disini adalah bahwa empat mode menyiratkan keyakinan bahwa pengamat dan realitas yang diamati erat terhubung; pengamat yang terlibat tidak hanya sebagai pikiran yang murni, tetapi karena beban psikologis setiap nama membawa, sebagai orang yang dia (lk) atau dia (pr). Ini adalah dasar dari jenis koherensi yang mensyaratkan alkimia. Kita dapat mengharapkan bahwa itu juga jenis koherensi yang tersirat dalam Paradigma Tarian Agung.


[1]     Durant, The Story of Philosophy, 91.

[2]     Lao-Tzu, Tao-teh-Ching, Evola.

[3]     A. D. Nock, ed., Corpus Hermeticum, French trans. oleh A.-J. Festugière (Paris: Belles Lettres, 1960).

[4]     G. Galtier, Maçonnerie égyptienne, Rose-Croix et Néochevalerie (Les fils de Cagliostro) (Alençon, France: Édisi du Rocher, 1989).

[5]       Ibnu ‘Arabi, La Produksi des Cercles, Perancis trans. oleh P. Fenton dan M. Gloton
(Paris:. Ed de l’Eclat, 1996), 6.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: