cahaya kemenangan

ramadhan berakhir,
hadirnya tak sempat kucumbu sepenuh rasa
kemesraan berlalu tinggalkan jejak penuh haru
diam tubuh ini terkadang lampaui gerak tunduk hati
putaran tarian hati menyatu lalu menghilang,
kata-kata mantra mujarabmu basahi bibir
karena surga ataukah takut neraka? sungguh karenamu
tetes air mata pun mengalir tak mampu menangkap rahasia sucimu
hempaskan desah panjang api dunia mengudara,
membakar kekosongan kebaikan jiwa
tersimpan satu harap pesan tauladan puasamu, terekam,
mengakhlak dalam ruhani
hingga kuputar ulang di sepanjang perjalanan hidup

terngiang gema takbir mendunia, tegangkan urat-urat surga
lepuhkan raga, bersimpuh dalam asma kebesarannya
langit bergemuruh, hidupkan jiwa-jiwa yang mati
takbir, tahmid dan tahlil kebesaran, keagungan, kemuliaan ruh mu
menjadi lirik dan nyanyian jiwa memanggil namamu
membakar seluruh kecongkakan dan kekerdilan nurani
dalam harap, hujan rahmatmu turun berjatuhan
bersemayam di lubuk sukma

bau aroma fitri tercium mewangi di udara
hempaskan bau tubuh ini melebur dalam sari-sari tanah keabadian
kau tiupkan ruh sucimu kembali menyatu dalam diri
terjagalah doa keajaiban langit duniamu
meresap hingga aliran darah fitri ruhaniku
bersama putaran waktu
rasakan sentuhan pancaran cahaya kemenangan
dalam keislaman keimanan dan keihsanan
selamanya

== awal syawal 1433 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: