Logika Aristoteles

 

Logika adalah alat berpikir yang benar dan diatur secara sistemik. Pembahasan logika Arsitoteles tertuang di dalam buku-buku yang bertitel Organom, yang berarti alat, yakni alat untuk berpikir lurus yang dibatasi oleh seperangkat kaidah yang baku. Organom merupakan kumpulan karangan yang meliputti  enam pembahasan; Pertama,  pembahasan tentang kategori-kategori (on the categories), yang menjelaskan sepuluh macam kategori: substansi (substance), kuantitas (quantity), kualitas (quality), relasi (relation), aksi (action), passi, tempat, keadaan, lingkungan dan waktu.[1] Kedua, pembahasan tentang interpretasi (on interpretation), yang mengkaji tentang simbol dari pikiran yang mewujud dalam kata-kata; membicarakan pernyataan-pernyataan yang benar dan salah; mengulas ragam definisi, seperti definisi kata benda, kata kerja, dan kalimat; menguraikan diagram afirmasi dan penyangkalan, preposisi sederhana dan preposisi kompleks.[2] Ketiga, prior analytics, yang membahas tentang struktur silogisme, tata cara menggunakannya, mengenai induksi, pengajuan argumen-argumen, serta analisis pernyataan argumen. The Liang Gie menyebutnya “analitika yang lebih dulu”.[3] Keempat, posterior analytics, yang membahas ciri-ciri pengatahuan ilmiah, syarat-syarat yang dibutuhkan dalam mendemonstrasikan argumen, makna kontradiksi, preposisi, asas-asas kebenaran, pengertian tesis, aksioma, hipotesis, berbagai definisi, jenis pengetahuan demonstratif, dan metode-metode serta tujuan-tujuan sains.[4] Gie menyebutnya dengan “analitika yang kemudian”. Kelima, topik (the topics), yang mengupas dialektika, perbincangan mengenai premis-premis yang boleh jadi benar, membahas kembali perbedaan predikat, seperti tentang esensi, kualitas, dan kuantitas.[5] Keenam, kebohongan (sophistic elenchi) yang merupakan lanjutan dari pembahasan dalam topics, yang dilengkapi dengan daftar kekeliruan-kekeliruan dan beberapa aturan yang mereka abaikan. Suatu kritik yang dialamatkan kepada argumentasi Shopis.[6] Di dalamnya diuraikan cara kerja analogi. Melalui analogi, seseorang dapat membahas suatu pernyataan untuk dapat menerima, menolak, atau menetapkan kebenaran dan mendapatkan hasil yang akurat. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai metode pembuktian (burhan) untuk mendapatkan pernyataan yang lebih valid. Kesimpulan yang  dihasilkan melalui metode pembuktian lebih kuat dan meyakinkan daripada kebenaran yang didapat melalui debat melawan kaum Sophis. Melalui metode demonstrasi, Aristoteles menunjukan sejumlah kekeliruan yang dilakukan dikalangan Sophis. Aristoteles membahas kekeliruan-kekeliruan dan mengungkapkan sejumlah kerancuan logis yang diperbuat oleh kaum Shopis, baik kerancuan bahasa maupun kerancuan unsur-unsur preposisi. Adapun karya Aristoteles yang lain membahas tentang debat dan serba-serbi logika.

Logika Aristoteles sangat berpengaruh terhadap cendekiawan muslim, teolog, dan filsuf. Oleh karenanya sangat wajar jika semua istilah logika Arsitoteles muncul dalam bentuk terjemahan bahasa Arab: Isagoge dari Porphyry diterjemahkan dengan Isaghuji; categoria dengan maqulat; interpretation dengan  ibarah; prior analytics dengan qiyas; posterior analytics dengan mughalithat; rhetoric dengan khithabah; poetic dengan syi’ir,[7] definition dengan ta’rif; dan prepositions dengan qadhiyat.


[1]     E.M. Edghill. Dalam Robert Maynard Hutchins, Great Books of the Western World. No 8. Aristotle I. hlm. 3. Lihat juga Poedjawijatna, Pembimbing ke Arah Alam Filsafat, hlm. 34 – 35. Mohammad Hatta, Alam Pikiran Yunani. Hlm. 123.

[2]     E.M. Edghill. Dalam Robert Maynard Hutchins, Great Books of the Western World. No 8. Aristotle I. hlm. 23.

[3]     Ibid., hlm. 37 Lihat juga The Liang Gie, Pengantar Logika Modern, (Yogyakarta: Karya Kencana, 1979), hlm. 17.

[4]     Ibid., hlm. 95; Lihat juga The Liang Gie, Pengantar Logika Modern, hlm. 17.

[5]     Ibid., hlm. 147; Lihat juga The Liang Gie, Pengantar Logika Modern, hlm. 17.

[6]     Ibid.

[7]     The Liang Gie, Pengantar Logika Modern, hlm. 34.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: